apa yang harus dilakukan jika suami selingkuh dalam alkitab
SiasatSeorang Janda Untuk Bisa Kawin Dengan Pemuda Kaya. Ini adalah cerita tentang kehidupan seorang perempuan Yahudi bernama Rut, yang kisahnya secara lengkap diuraikan dalam Alkitab-Rut, Pasal 1-4. Rut adalah menantu Naomi, dimana mereka berdua tinggal serumah, tepatnya dirumah Naomi. Naomi adalah seorang janda yang ditinggal mati
2 Cara Merangsang Pria dengan Kurangi beban pikirannya. Sebagai seorang istri yang tidak hanya menuntut kepuasan perut dan bawah perut, Anda tentunya harus memahami kondisi suami saat ini. Jika ia sedang dirundung banyak masalah, buat ia mencurahkan semuanya pada Anda.
Hubungansuami istri. Hubungan suami istri adalah sesuatu yang agung dan sakral, karena mengikuti teladan hubungan kasih antara Kristus (Mempelai Pria) dan Gereja-Nya (mempelai wanita). Suami adalah kepala istri, dan harus mengasihi istrinya seperti mengasihi dirinya sendiri; dan istri harus taat kepada suami. Ini disebutkan dalam Efesus 5:22-33.
KomentarArtikel : Dalam percakapan ringan tapi berat ketika arisan beberapa bulan lalu dengan para sahabat wanita seangkatan saya, salah seorang sahabat tiba tiba Komentar Artikel : Ketika Suami Ketahuan Selingkuh, Apa yang Harus Dilakukan?
Suamiyang sedang selingkuh terkadang emosinya sedang tidak stabil karena dalam hatinya ada perasaan bersalah karena telah mengkhianati cinta seorang istri yang selalu mendampinginya. Sehingga suami yang selingkuh terkadang juga terlihat uring-uringan tanpa sebab. Oleh karena itu berkomunikasilah ketika suasana hatinya sednag terlihat tenang.
Wie Kann Ich Mit Einem Mann Flirten. Istri—Perlihatkanlah Respek yang Dalam kepada Suami ”Hendaklah istri-istri tunduk kepada suami mereka.”—EFESUS 522. 1. Mengapa istri sering kali sulit merespek suaminya? DALAM upacara pernikahan di banyak negeri, mempelai wanita mengucapkan ikrar, berjanji bahwa ia akan memperlihatkan respek yang dalam kepada suaminya. Namun, caranya banyak suami memperlakukan istri mereka mempengaruhi sulit tidaknya ikrar itu dipenuhi. Tetapi, perkawinan sesungguhnya memiliki awal yang sangat indah. Allah mengambil sebuah tulang rusuk dari Adam, pria yang pertama, dan menjadikan wanita. Adam berseru, ”Inilah akhirnya tulang dari tulangku dan daging dari dagingku.”—Kejadian 219-23. 2. Apa yang telah berkembang akhir-akhir ini sehubungan dengan wanita dan perkawinan? 2 Terlepas dari awal yang baik itu, pada awal tahun 1960-an di Amerika Serikat, dimulailah gerakan yang disebut emansipasi wanita—upaya kaum wanita untuk terbebas dari dominasi kaum pria. Pada masa itu, rasio suami dan istri yang menelantarkan keluarga adalah 300 berbanding 1. Pada akhir tahun 1960-an, rasionya berubah menjadi sekitar 100 berbanding 1. Sekarang, dalam hal bersumpah serapah, minum-minum, merokok, dan berlaku amoral, wanita tampaknya tidak kalah dengan pria. Apakah wanita lebih bahagia karenanya? Tidak. Di beberapa negeri, sekitar 50 persen perkawinan berakhir dengan perceraian. Apakah upaya beberapa wanita untuk meningkatkan kondisi perkawinan mereka membuat masalahnya membaik atau memburuk?—2 Timotius 31-5. 3. Apa problem dasar yang mempengaruhi perkawinan? 3 Apa problem dasarnya? Hingga taraf tertentu, itu adalah problem yang sudah ada sejak Hawa dibujuk oleh malaikat pemberontak, ”ular yang semula, yang disebut Iblis dan Setan”. Penyingkapan 129; 1 Timotius 213, 14 Setan melecehkan apa yang Allah ajarkan. Mengenai perkawinan, misalnya, si Iblis membuatnya tampak mengekang dan terlalu menuntut. Propaganda yang ia gembar-gemborkan melalui media dunia ini—yang dikuasai olehnya—dirancang untuk membuat petunjuk Allah kelihatan tidak adil dan kuno. 2 Korintus 43, 4 Tetapi, jika kita dengan pikiran terbuka memeriksa apa yang Allah katakan tentang peranan wanita dalam perkawinan, kita akan melihat betapa bijaksana serta praktisnya Firman Allah. Peringatan bagi Orang-Orang yang Menikah 4, 5. a Mengapa seorang wanita perlu berhati-hati sewaktu mempertimbangkan untuk menikah? b Apa yang seharusnya dilakukan seorang wanita sebelum ia bersedia menikah? 4 Alkitab memberikan sebuah peringatan. Dikatakan bahwa dalam dunia yang dikuasai Iblis ini, orang-orang yang perkawinannya sukses pun akan mengalami ”kesengsaraan”. Jadi, meskipun perkawinan adalah pengaturan yang ditetapkan Allah, Alkitab memperingatkan orang-orang yang memasukinya. Tentang seorang wanita yang suaminya meninggal dan karena itu bebas untuk menikah lagi, seorang penulis Alkitab yang terilham mengatakan, ”Ia akan lebih berbahagia jika ia tetap berada dalam keadaannya sekarang.” Yesus juga merekomendasikan kelajangan kepada mereka yang ”dapat meluangkan tempat untuk itu”. Tetapi, siapa pun yang memilih untuk menikah harus mencari teman hidup ”dalam Tuan”, yaitu penyembah Allah yang berbakti dan terbaptis.—1 Korintus 728, 36-40; Matius 1910-12. 5 Seorang wanita khususnya harus memperhatikan siapa yang ia nikahi karena Alkitab mengingatkan, ”Seorang wanita yang sudah menikah terikat oleh hukum kepada suaminya.” Wanita itu bisa ”bebas dari hukum suaminya” hanya jika suaminya meninggal atau berbuat amoral lalu pasangan itu bercerai. Roma 72, 3 Cinta pada pandangan pertama mungkin bisa menimbulkan perasaan romantis yang berbunga-bunga, tetapi itu bukan dasar yang memadai untuk perkawinan yang bahagia. Karena itu, seorang wanita lajang perlu menanyai diri, ’Bersediakah saya memasuki pengaturan yang akan membuat saya terikat oleh hukum pria ini?’ Pertanyaan itu harus dipertimbangkan sebelum menikah, bukan sesudahnya. 6. Keputusan apa yang bisa dibuat oleh kebanyakan wanita dewasa ini, dan mengapa hal itu sangat penting? 6 Di banyak tempat dewasa ini, seorang wanita dapat memilih untuk menerima atau menolak lamaran menikah. Namun, membuat pilihan yang bijaksana barangkali adalah hal tersulit bagi seorang wanita, karena ia bisa jadi sangat mendambakan keintiman dan cinta yang bisa diperoleh dalam perkawinan. Seorang penulis menyatakan, ”Semakin besar hasrat kita untuk melakukan sesuatu—entah itu menikah atau menaklukkan gunung tertentu—semakin besar kemungkinannya kita berasumsi bahwa semua baik-baik saja dan hanya berfokus pada data yang sesuai dengan keinginan kita.” Apabila seorang pemanjat gunung membuat keputusan yang tidak masuk akal, ia bisa kehilangan nyawanya; salah memilih suami atau istri bisa sama parah akibatnya. 7. Nasihat bijaksana apa yang telah diberikan tentang mencari teman hidup? 7 Seorang wanita hendaknya memikirkan dengan serius apa artinya terikat di bawah hukum pria yang melamarnya. Bertahun-tahun yang lalu, seorang gadis India dengan bersahaja mengakui, ”Orang tua kami lebih berumur serta lebih bijaksana, dan mereka tidak semudah itu dikelabui seperti halnya kami. . . . Gampang sekali saya membuat kekeliruan.” Bantuan orang tua dan orang lain sangat penting. Ada seorang penasihat bijaksana yang sejak dahulu menganjurkan kaum muda untuk mengenal orang tua calon teman hidup mereka dan memperhatikan dengan saksama bagaimana ia berinteraksi dengan orang tua dan anggota-anggota keluarganya yang lain. Cara Yesus Memperlihatkan Ketundukan 8, 9. a Bagaimana Yesus memandang ketundukannya kepada Allah? b Ketundukan bisa menghasilkan manfaat apa? 8 Meskipun ketundukan bisa jadi sulit, wanita dapat memandangnya sebagai sesuatu yang terhormat, seperti halnya Yesus. Yesus senang tunduk kepada Allah meskipun hal itu sering kali membuatnya diperlakukan dengan buruk, termasuk dibunuh pada tiang siksaan. Lukas 2241-44; Ibrani 57, 8; 123 Wanita dapat meniru teladan Yesus, sebab Alkitab berkata, ”Kepala dari seorang wanita adalah pria; selanjutnya kepala dari Kristus adalah Allah.” 1 Korintus 113 Tetapi menarik, wanita sudah berada di bawah kekepalaan pria bahkan sebelum ia menikah. 9 Alkitab menjelaskan bahwa wanita, yang sudah menikah atau masih lajang, harus tunduk kepada kekepalaan pria-pria yang memenuhi syarat secara rohani, untuk mengawasi sidang Kristen. 1 Timotius 212, 13; Ibrani 1317 Apabila wanita mengikuti perintah Allah itu, mereka memberikan teladan bagi para malaikat dalam pengorganisasian yang Allah atur. 1 Korintus 118-10 Selain itu, para istri yang lebih berumur, melalui teladan dan saran-saran mereka yang berguna, dapat mengajar wanita-wanita yang lebih muda untuk ”tunduk kepada suami mereka”.—Titus 23-5. 10. Bagaimana Yesus memberikan teladan dalam memperlihatkan ketundukan? 10 Yesus menyadari manfaat ketundukan yang sepatutnya. Sekali peristiwa, ia menyuruh rasul Petrus membayar pajak bagi mereka berdua kepada kalangan berwenang manusia, bahkan memberi Petrus uang untuk tujuan itu. Belakangan, Petrus menulis, ”Demi kepentingan Tuan tunduklah kepada segala yang diciptakan manusia.” 1 Petrus 213; Matius 1724-27 Mengenai teladan ketundukan Yesus yang sangat luar biasa, kita membaca, ”Ia mengosongkan dirinya dan mengambil wujud seorang budak dan menjadi sama dengan manusia. Lebih daripada itu, ketika ia berada dalam wujud sebagai manusia, ia merendahkan dirinya dan taat sampai mati.”—Filipi 25-8. 11. Mengapa Petrus menganjurkan para istri untuk tunduk bahkan kepada suami yang tidak seiman? 11 Sewaktu menganjurkan orang Kristen untuk tunduk bahkan kepada kalangan berwenang dunia ini yang kejam dan tidak adil, Petrus menjelaskan, ”Sebenarnya, kepada haluan inilah kamu dipanggil, karena Kristus menderita bagimu, meninggalkan bagimu suatu model agar kamu mengikuti langkah-langkahnya dengan saksama.” 1 Petrus 221 Setelah menggambarkan betapa hebatnya penderitaan Yesus dan bagaimana ia tunduk serta bertekun, Petrus menganjurkan para istri yang suaminya tidak seiman, ”Demikian pula, hai, istri-istri, tunduklah kepada suamimu, agar jika ada yang tidak taat kepada firman itu, mereka dapat dimenangkan tanpa perkataan melalui tingkah laku istri mereka, karena telah menjadi saksi mata dari tingkah lakumu yang murni yang disertai respek yang dalam.”—1 Petrus 31, 2. 12. Ketundukan Yesus menghasilkan manfaat apa saja? 12 Orang yang tunduk meski diejek dan dicerca mungkin dianggap lemah. Namun, tidak demikian pandangan Yesus. ”Pada waktu ia dicerca,” tulis Petrus, ”ia tidak membalas dengan mencerca. Pada waktu ia menderita, ia tidak mengancam.” 1 Petrus 223 Beberapa orang yang menyaksikan Yesus menderita belakangan menjadi orang percaya, setidaknya hingga taraf tertentu, antara lain perampok yang digantung di sebelahnya dan perwira yang menyaksikan eksekusinya. Matius 2738-44, 54; Markus 1539; Lukas 2339-43 Demikian pula, Petrus menunjukkan bahwa beberapa suami yang tidak seiman—bahkan yang suka menganiaya—akan menjadi orang Kristen setelah mengamati tingkah laku istrinya yang tunduk. Kita telah melihat bukti bahwa hal itu terjadi dewasa ini. Cara Istri Dapat Memenangkan Suami 13, 14. Bagaimana ketundukan kepada suami yang tidak seiman mendatangkan manfaat? 13 Ada istri-istri Kristen yang telah memenangkan suaminya karena meniru tingkah laku Kristus. Pada sebuah kebaktian distrik Saksi-Saksi Yehuwa baru-baru ini, seorang suami berkata tentang istri Kristennya, ”Dari cara saya memperlakukan dia dahulu, saya pantas dijuluki lelaki berengsek. Namun, ia sangat merespek saya. Tidak pernah satu kali pun ia meremehkan saya. Ia tidak mencoba memaksakan keyakinannya. Ia mengurus saya dengan pengasih. Kalau ia pergi ke kebaktian, ia bekerja keras menyiapkan makanan untuk saya jauh di muka dan membereskan segala pekerjaan rumah tangga. Sikapnya mulai membuat saya berminat kepada Alkitab. Dan, saya pun menjadi Saksi!” Ya, dapat dikatakan bahwa ia telah ”dimenangkan tanpa perkataan” oleh tingkah laku istrinya. 14 Seperti yang Petrus tandaskan, untuk memperoleh hasil positif, yang lebih penting bukanlah apa yang istri katakan, melainkan apa yang ia lakukan. Sebagai contoh, ada seorang istri yang belajar kebenaran Alkitab dan bertekad menghadiri perhimpunan. ”Agnes, kalau kamu keluar lewat pintu itu, jangan kembali lagi!” teriak suaminya. Ia pun tidak keluar lewat ”pintu itu” tetapi pintu lainnya. Pada hari perhimpunan berikutnya, sang suami mengancam, ”Saya tidak bakal di rumah begitu kamu pulang.” Ia memang pergi, dan baru pulang tiga hari kemudian. Sewaktu ia pulang, istrinya dengan ramah bertanya, ”Pa, mau saya buatkan makanan apa?” Pengabdian Agnes kepada Yehuwa tidak pernah goyah. Sang suami akhirnya mau belajar Alkitab, membaktikan kehidupannya kepada Allah, dan belakangan melayani sebagai pengawas yang mengemban banyak tanggung jawab. 15. ’Dandanan’ apa yang disarankan bagi istri Kristen? 15 Rasul Petrus menyarankan sesuatu yang telah ditunjukkan oleh para istri yang disebutkan di atas, yakni ’dandanan’, tetapi bukan dengan memberikan perhatian yang berlebihan kepada ”kepangan rambut” atau ”pakaian luar”. Sebaliknya, Petrus berkata, ”Hendaklah [dandananmu] itu berupa manusia batiniah yang tersembunyi dengan pakaian yang tidak fana berupa roh yang tenang dan lembut, yang sangat bernilai di mata Allah.” Roh ini ditunjukkan melalui nada suara dan sikap yang santun, bukannya yang menantang atau menuntut. Demikianlah seorang istri Kristen memperlihatkan respek yang dalam kepada suaminya.—1 Petrus 33, 4. Teladan-Teladan yang Dapat Ditiru 16. Bagaimana Sara menjadi teladan bagi para istri Kristen? 16 Petrus menulis, ”Wanita-wanita kudus yang berharap kepada Allah dahulu menghiasi diri, tunduk kepada suami mereka.” 1 Petrus 35 Para wanita itu menyadari bahwa menyenangkan Yehuwa dengan mengindahkan nasihat-Nya pada akhirnya akan menghasilkan kebahagiaan keluarga dan upah berupa kehidupan abadi. Petrus menyebutkan Sara, istri Abraham yang cantik, dan mengatakan bahwa ia biasa ”menaati Abraham, dengan memanggilnya ’tuan’”. Sara mendukung suaminya yang takut akan Allah, yang ditugasi oleh Allah untuk melayani di negeri yang jauh. Sara mengorbankan gaya hidup yang nyaman, bahkan mempertaruhkan kehidupannya. Kejadian 121, 10-13 Petrus memuji Sara atas teladan keberaniannya, dengan mengatakan, ”Kamu telah menjadi anak-anaknya, asalkan kamu terus berbuat baik dan tidak takut akan apa pun yang menyebabkan kegentaran.”—1 Petrus 36. 17. Mengapa Petrus mungkin teringat akan Abigail sebagai teladan bagi para istri Kristen? 17 Abigail adalah wanita lain yang tidak kenal takut tetapi berharap kepada Allah, dan Petrus mungkin teringat akan dia juga. Abigail ”bijaksana”, tetapi suaminya Nabal ”kasar dan jahat perbuatan-perbuatannya”. Sewaktu Nabal tidak mau membantu Daud dan anak buahnya, mereka bersiap-siap membinasakan Nabal dan seluruh rumah tangganya. Tetapi, Abigail bertindak untuk menyelamatkan rumah tangganya. Ia mengangkut banyak makanan dengan keledai dan menemui Daud sementara dia dan anak buahnya dalam perjalanan. Begitu melihat Daud, Abigail turun dari tunggangannya, sujud di kaki Daud, dan memohon kepadanya agar tidak bertindak gegabah. Daud amat tersentuh. ”Diagungkanlah Yehuwa, Allah Israel, yang telah mengirim engkau hari ini untuk menemui aku!” katanya, ”diberkatilah akal sehatmu.”—1 Samuel 252-33. 18. Jika digoda oleh perhatian romantis dari pria lain, para istri dapat merenungkan teladan siapa, dan mengapa? 18 Teladan bagus lain bagi para istri adalah seorang gadis Syulam yang tetap loyal kepada tunangannya, seorang gembala sederhana. Cintanya kepada sang gembala tetap kuat meskipun ia dihujani perhatian romantis oleh seorang raja yang kaya-raya. Untuk mengungkapkan perasaannya kepada gembala muda itu, sang gadis berkata, ”Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu; karena cinta itu sama kuatnya seperti kematian . . . Air yang banyak tidak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai pun tidak dapat menghanyutkannya.” Kidung Agung 86, 7 Semoga semua yang telah menerima lamaran menikah juga bertekad untuk tetap loyal dan memperlihatkan respek yang dalam kepada suami mereka. Nasihat Ilahi Lainnya 19, 20. a Untuk alasan apa istri hendaknya tunduk kepada suaminya? b Teladan bagus apa yang tersedia bagi para istri? 19 Akhirnya, perhatikan konteks ayat tema kita, ”Hendaklah istri-istri tunduk kepada suami mereka.” Efesus 522 Mengapa ketundukan demikian perlu? ”Karena,” ayat berikutnya melanjutkan, ”suami adalah kepala atas istrinya sebagaimana Kristus juga adalah kepala atas sidang jemaat.” Maka, para istri didesak, ”Sebagaimana sidang jemaat tunduk kepada Kristus, demikian juga hendaknya istri-istri kepada suami mereka dalam segala hal.”—Efesus 523, 24, 33. 20 Guna menaati perintah ini, istri perlu mempelajari lalu meniru teladan sidang jemaat Kristus yang terdiri atas para pengikutnya yang terurap. Silakan baca 2 Korintus 1123-28 agar Saudari dapat mengetahui apa yang dialami oleh salah seorang anggota sidang jemaat itu, yakni rasul Paulus, untuk tetap setia kepada Kepalanya, Yesus Kristus. Seperti Paulus, para istri dan anggota sidang lainnya perlu tetap tunduk dengan loyal kepada Yesus. Para istri mempertunjukkan hal ini dengan tunduk kepada suami mereka. 21. Apa yang bisa memotivasi para istri untuk tetap tunduk kepada suami mereka? 21 Meskipun banyak istri dewasa ini mungkin tidak menyukai ketundukan, wanita yang bijaksana akan memikirkan berbagai manfaatnya. Sebagai contoh, apabila suami tidak seiman, dengan tunduk kepada kekepalaannya dalam segala hal yang tidak melanggar hukum dan prinsip Allah, pahala menakjubkan bisa dihasilkan sewaktu ia dapat ’menyelamatkan suaminya’. 1 Korintus 713, 16 Selain itu, istri bisa merasa puas karena tahu bahwa Allah Yehuwa memperkenan haluannya dan akan memberkatinya dengan limpah karena meniru teladan Putra yang Ia kasihi. Apakah Saudara Ingat? • Mengapa mungkin tidak mudah bagi istri untuk merespek suaminya? • Mengapa menerima lamaran menikah adalah hal yang sangat serius? • Bagaimana Yesus menjadi teladan bagi para istri, dan manfaat apa saja yang bisa dihasilkan karena mengikuti teladannya? [Pertanyaan Pelajaran] [Gambar di hlm. 19] Mengapa keputusan untuk menerima atau menolak suatu lamaran sangatlah serius? [Gambar di hlm. 21] Apa yang dapat dipelajari para istri dari teladan tokoh-tokoh Alkitab seperti Abigail?
Sejak awal Allah telah mencipatakan lembaga pernikahan dalam dunia ini dan melaluinya Allah menyatakan kehendak dan peraturannya agar lembaga pernikahan ini berjalan sesuai dengan rencanaNya. dalam bukunya Sekitar Etika dan Soal-Soal Etis menyatakan Perkawinan adalah suatu persekutuan hidup antara suami dan istri. Suami dan istri yang telah mengambil keputusan untuk menghubungkan diri dalam ikatan perkawinan , bahwa hidup mereka mulai dari nikah mereka diteguhkan dan diberkati oleh gereja merupakan suatu " persekutuan hidup ". Perkawinan sebagai suatu persekutuan hidup tidak otomatis terjadi. Ia harus diperjuangkan. Ia harus dibentuk, dipelihara dan dibina dibentuk, dipelihara dan dibina bersama-sama oleh suami dan isteri. Salah satu syarat yang paling penting untuk itu ialah keterbukaan. Suami dan isteri yang taat pada kehendak Allah dan yang karena itu berusaha untuk membuat perkawinan mereka menjadi suatu persekutuan-hidup yang lestari, harus bersifat terbuka seorang terhadap yang lain. 200361-62 Pernyataan diatas menegaskan bahwa keterbukaan dalam hubungan suami dan isteri adalah hal yang utama dalam pernikahan. Keterbukaan diantara suami dan isteri dapat menolong untuk terhindar dari perselingkuhan. Alkitab dengan tegas menyatakan perselingkuhan adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak Allah dan rancanganNya dalam pernikahan. Sebab pernikahan hanya terjadi dan terdiri dari satu laki-laki suami dan satu perempuan isteri dan pernikahan tidak mengenal oknum ketiga bd. Rasul Paulus dalam beberapa suratnya menulis tentang pentingnya memelihara keutuhan pernikahan Kristen melalui menjaga hubungan suami dan isteri agar tetap harmonis dan ia menentang perzinahan dan percabulan yang dapat merusak keutuhan pernikahan dan hubungan suami-isteri. Pertama, surat Paulus kepada Jemaat di Efesus. Mengawali tulisannya tentang hubungan suami dan isteri, Paulus membuat suatu pernyataan yang menjadi faktor penting dalam pernikahan yaitu " … rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus " Saling merendahkan diri di dalam Kristus merupakan suatu prinsip rohani yang umum untuk semua hubungan manusia dan yang pertama-tama diterapkan adalah dalam pernikahan Kristen atau hubungan suami dan isteri. Selanjutnya Paulus menguraikan tanggung jawab suami dan isteri dalam pernikahan 22-29. Hubungan nikah yang baik dapat terjadi dan dipelihara dengan baik hanya oleh suami dan
Unduh PDF Unduh PDF Saat menemukan bukti bahwa suami berselingkuh, wajar jika Anda marah dan sedih. Namun, Anda kesulitan mengatasi perasaan yang berkecamuk dan tidak tahu harus berbuat apa. Menerima kenyataan pahit tidak semudah membalik telapak tangan, tetapi Anda tetap tegar jika mengandalkan iman kepada Tuhan saat mengalami kesulitan. Selain itu, ungkapkan beban perasaan kepada orang-orang yang siap memberikan dukungan, alih-alih menanggungnya sendirian. Artikel wikiHow ini menjelaskan kiat bermanfaat agar Anda mampu menerima kenyataan dan bebas dari emosi negatif. 1 Berikan waktu kepada diri sendiri untuk merasakan emosi negatif. Orang yang mengandalkan Tuhan bukan berarti harus selalu kuat. Alih-alih memendam emosi negatif, menangislah jika Anda merasa sedih. Kalau Anda marah, akui bahwa Anda sedang marah sambil merasakannya. Penderitaan yang Anda alami mungkin bagian dari rencana Tuhan untuk menolong Anda dengan memberikan pelajaran berharga melalui peristiwa ini. Berdoalah agar Anda mampu memetik pelajaran dari kejadian ini dan mendekatkan diri kepada-Nya.[1] Contohnya, jika Anda cepat marah, Tuhan ingin Anda belajar bersabar dengan selalu mengandalkan-Nya saat menghadapi kesulitan. Kalau Anda menangis terisak-isak saat curhat kepada teman, Tuhan ingin Anda bersyukur karena ada orang-orang yang selalu mendukung dan memperhatikan Anda. Iklan 1 Mintalah Tuhan menguatkan dan memberkati Anda. Dunia serasa kiamat ketika Anda menemukan bukti bahwa suami berselingkuh. Saat ini, Anda tidak bisa memutuskan ingin tetap bersamanya atau bercerai, bahkan Anda tidak tahu apa yang sebenarnya Anda rasakan. Sesulit apa pun keadaannya, berpalinglah kepada Tuhan di saat seperti ini. Biarkan kemurahan Tuhan membimbing Anda agar mampu mengambil keputusan yang tepat.[2] Adakalanya, masalah yang sangat berat membuat kita merasa jauh dari Tuhan. Meskipun iman sedang goyah, tetaplah berkomunikasi dengan Tuhan untuk mencari solusi terbaik. Mazmur 462 mengungkapkan cara Tuhan menolong umat-Nya yang sedang terpuruk "Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti". 1 Jangan sekadar mencari tahu hal-hal sepele yang hanya memicu sakit hati. Sebaiknya Anda meminta informasi bermanfaat tentang perselingkuhannya, misalnya siapa wanita selingkuhannya, sudah berapa lama hubungan mereka, dan kapan ia berselingkuh. Jangan memaksa suami bercerita secara mendetail sebab kejadian ini sulit dilupakan. Berdoalah kepada Tuhan memohon kebijaksanaan agar Anda bisa menentukan informasi yang dibutuhkan dan mengajukan pertanyaan yang tepat untuk memperolehnya.[3] Sebagai contoh, tanyakan kepadanya, "Selama ini, apa kamu selalu pake kondom waktu berhubungan seks? Kamu selingkuh sama berapa orang? Aku jadi kepikiran apa aku perlu konsul ke dokter untuk mastiin aku enggak kena penyakit kelamin." Lakukan percakapan dengan sikap yang tenang. Jangan mengajaknya berbicara kalau Anda masih marah. Sebaiknya ada mediator yang mendampingi Anda berdua, misalnya konselor pernikahan atau aktivis gereja yang usianya lebih tua.[4] Iklan 1 Apa pun alasannya, berselingkuh adalah tindakan yang salah, tetapi setidaknya, langkah ini membantu Anda mendapatkan penjelasan apa sebabnya ia berselingkuh. Perselingkuhan terjadi dengan berbagai alasan. Meskipun penjelasannya sulit diterima, Anda mampu mengendalikan emosi jika memahami apa sebabnya hubungan Anda berdua bermasalah. Sebagai contoh, tanyakan kepadanya, "Apa hubungan kita selama ini kurang memuaskan?" atau "Apa yang kamu enggak dapat dari aku, tapi kamu dapat dari dia?"[5] Anda berdua perlu berkomunikasi untuk mencari tahu apa sebabnya ia berselingkuh. Pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan pemimpin spiritual atau konselor guna mencari solusi.[6] 1 Ingatlah bahwa Anda tidak bersalah. Meskipun Anda yang menyebabkan suami merasa kecewa dalam hubungan suami istri, ia harus bertanggung jawab atas tindakannya sebab ia sendiri yang memutuskan berselingkuh. Jika tidak, bisa dipastikan ia akan berselingkuh lagi kalau merasa kecewa.[7] Saat melakukan refleksi atas kejadian ini, Anda menyadari bahwa Anda perlu berubah, misalnya menjadi istri yang lebih memperhatikan dan memahami suami. Anda tetap tidak bisa dipersalahkan karena suami berselingkuh, tetapi pemikiran ini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk mengatasi masalah. Iklan 1 Ungkapkan beban perasaan kepada suami dan orang yang Anda percayai. Alih-alih memendam emosi negatif, Anda berhak memberi tahu suami betapa menyakitkan tindakannya.[8] Namun, suami tidak bisa menjadi pendengar yang baik jika ia merasa malu atau berusaha menyangkal. Berusahalah mencari orang yang suportif untuk menceritakan apa yang Anda alami. Teman bicara yang bisa diandalkan membuat Anda mampu menerima kenyataan dan memulihkan diri.[9] Temui orang yang sangat Anda hormati di tempat ibadah untuk meminta nasihat dan bimbingan spiritual sesuai keyakinan Anda.[10] Temui konselor yang memberikan konsultasi berbasis iman agar Anda lebih cepat pulih. 1 Jangan berharap sakit hati akan hilang dalam sekejap. Dikhianati pasangan bisa menjadi pengalaman yang sangat traumatis dan menyebabkan gangguan stres pascaperselingkuhan yang sangat mirip dengan gangguan stres pascatrauma.[11] Masalah ini membuat Anda kesulitan mengatasi emosi negatif dan memengaruhi kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari dalam berbagai aspek kehidupan. Hindari hal ini dengan tetap beriman kepada Tuhan. Selain itu, andalkan dukungan dari grup suportif meskipun prosesnya lebih panjang.[12] Berusahalah memenuhi tanggung jawab dengan melakukan aktivitas harian sebaik mungkin, misalnya bekerja di kantor dan mengurus anak-anak. Bersikaplah baik kepada diri sendiri jika Anda belum bisa menerima apa yang terjadi. Iklan 1 Menulis jurnal bermanfaat mempercepat proses pemulihan. Anda bisa menguraikan pikiran dan perasaan yang kacau dengan mengekspresikannya di atas kertas. Jangan khawatir orang lain akan menilai tulisan Anda sebab aktivitas ini bersifat personal.[13] Tulis beberapa ayat Kitab Suci yang membuat Anda merasa tenang saat menghadapi badai hidup seperti ini. Saat Anda sangat terpuruk, baca jurnal sambil berdoa kepada Tuhan agar Anda mendapatkan penghiburan melalui ayat tersebut. 1 Salurkan berkat Tuhan meskipun hati terasa berat. Suami terlibat dalam perselingkuhan karena gagal menghadapi godaan. Meskipun Anda tidak pernah berselingkuh, ingatlah bahwa setiap orang bisa jatuh ke dalam pencobaan. Meskipun Anda belum siap memaafkannya, berdoalah agar Tuhan menjauhkannya dari dosa. Suatu hari, mungkin Anda menyadari bahwa pengalaman ini merupakan bukti kebaikan dan kasih Tuhan.[14] Jangan berhenti mendoakannya meskipun Anda ingin bercerai. Yesus berkata kepada murid-muridnya dalam Injil Lukas 628 "…, berdoalah bagi orang yang mencaci kamu." Iklan 1 Katakan kepada suami bahwa Anda ingin berpisah untuk sementara waktu jika Anda perlu menyendiri guna mencari tahu responsnya. Mungkin Anda perlu banyak waktu untuk mengatasi sakit hati dan sepertinya tidak bisa memercayai suami setelah kejadian ini. Ada baiknya Anda atau suami meninggalkan rumah untuk sementara waktu agar bisa menjalani keseharian dengan tenang. Selama berpisah, ajak suami mengobrol sering-sering untuk mencari tahu reaksinya. Apakah ia merasa bersalah, meminta maaf, dan ingin memperbaiki hubungan untuk memulihkan rasa saling percaya di antara Anda berdua?[15] Perhatikan tindakannya, alih-alih hanya ucapannya. Jika ia berusaha keras membuktikan bahwa ia ingin memperbaiki hubungan, misalnya dengan memenuhi semua janjinya dan bersikap transparan kepada Anda, mungkin ini pertanda baik untuk menerimanya kembali. 1 Pertimbangkan masak-masak sebelum menyatakan pendirian. Jangan tergesa-gesa mengambil keputusan, apalagi jika Anda berdua punya anak yang belum mandiri. Sebelum memutuskan, pertimbangkan apa yang terjadi dan pemicunya. Anda juga perlu menentukan hal-hal yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan emosional agar pernikahan bisa dipertahankan.[16] Berdoalah agar Anda mampu mengambil keputusan yang tepat dan sempatkan berdiskusi dengan orang-orang terkasih, tetapi jangan mengabaikan kata hati.[17] Jika Anda ingin tetap bersamanya, pikirkan hal-hal yang perlu dilakukan agar Anda berdua lebih akrab dan mesra.[18] Tentukan batasan yang jelas agar ia tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama Anda memulihkan diri.[19] Kalau ia berusaha membela diri dan tidak menyesali perbuatannya atau Anda tidak percaya lagi kepadanya, pertimbangkan untuk bercerai. Dalam Kitab Suci dijelaskan bahwa perzinahan merupakan alasan sahih untuk bercerai.[20] Iklan 1 Berusahalah menghubungi seseorang yang Anda percayai dan siap menjadi pendengar yang baik. Sebaiknya Anda mengungkapkan beban perasaan kepada orang yang pernah menjadi korban perselingkuhan. Untuk itu, cari tahu ada tidaknya grup suportif di kota Anda. Mulailah mencari informasi dengan menghubungi pengurus organisasi kemasyarakatan atau komunitas religius. Jika lokasinya sangat jauh, gunakan internet untuk mencari grup suportif. Jika Anda tinggal di Amerika Serikat, bergabunglah dalam grup suportif daring, misalnya Infidelity Survivors Anonymous atau Infidelity Recovery Institute.[21] 1 Salah satu aspek yang berperan penting saat memulihkan diri adalah mengampuni suami. Dalam Injil Lukas 637, Yesus bersabda, "…, ampunilah dan kamu akan diampuni." Meskipun sangat sulit, berusahalah menerima kenyataan bahwa ia adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan agar Anda terbebas dari sakit hati. Ingatlah bahwa Tuhan mengampuni dosa kita dan meminta kita mengampuni orang lain.[22] Jika Anda tidak berhasil mengatasi masalah ini sendiri, berkonsultasilah dengan konselor yang melakukan terapi untuk mengatasi gangguan emosional dengan memberikan bimbingan spiritual. Mengampuni suami bukan berarti Anda harus memercayai suami yang peselingkuh. Anda boleh memutuskan bercerai meskipun sudah mengampuni kesalahannya. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
Pertanyaan Jawaban Alkitab mengatakan bahwa “Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah” Ibrani 134. Alkitab tidak pernah menyatakan apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan oleh suami isteri dalam hal yang terkait seks. Suami istri dinasehati “Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu” 1 Korintus 75. Ayat ini mungkin menggarisbawahi prinsip bagi hubungan seks dalam pernikahan. Apapun yang dilakukan harus berdasarkan persetujuan bersama. Tidak ada seorang pun yang boleh merasa dipaksa atau dimanipulasi untuk melakukan sesuatu yang dia tidak sukai atau yang dia anggap salah. Jika suami dan istri sepakat untuk mencoba sesuatu seks oral, posisi yang berbeda, alat/mainan seks, dll – Alkitab tidak memberi alasan mengapa mereka tidak boleh mencobanya. Ada beberapa hal yang tidak pernah diizinkan secara seksual untuk pasangan yang sudah menikah. “Saling tukar pasangan” atau “membawa orang lain” jelas-jelas merupakan perzinahan Galatia 519; Efesus 53; Kolose 35; 1 Tesalonika 43. Perzinahan itu merupakan dosa, sekalipun diizinkan dan direstui oleh pasangan Saudara, bahkan sekalipun ia terlibat di dalamnya. Pornografi memusatkan perhatian pada “keinginan daging dan keinginan mata” 1 Yohanes 216 dan karena itu tidak disukai Allah. Selain kedua hal ini, Alkitab tidak secara khusus melarang apa yang boleh dilakukan suami isteri satu terhadap yang lain, sepanjang itu berdasarkan persetujuan bersama. English Kembali ke halaman utama dalam Bahasa Indonesia Apa yang diperbolehkan/terlarang untuk dilakukan pasangan Kristen dalam kehidupan seks?
Menurut sudut pandang agama, selingkuh bisa masuk neraka sebab mengandung kemaksiatanPerselingkuhan merupakan sebuah pelanggaran yang dilakukan seseorang, baik laki-laki maupun perempuan yang sudah memiliki pasangan serta telah berkomitmen dalam sebuah pernikahan. Perselingkuhan memang menjadi momok menakutkan bagi setiap insan yang hidup di muka bumi ini. Perselingkuhan telah menjadi salah satu faktor penyebab adanya keretakan dalam sebuah hubungan rumah tangga hingga tak sedikit yang berujung pada ini telah rangkum mengenai topik apakah selingkuh masuk neraka, bagaimana pandangan agama melihat kasus perselingkuhan, dan apa dampak simak penjelasannya, Ma!Perselingkuhan Merupakan Gerbang Menuju KemaksiatanFreepik/Kamran AydinovOrang yang berselingkuh kerap memunculkan hasrat-hasrat menyembunyikan sesuatu dari keluarga serta pasangannya seperti kebohongan, dusta, bahkan bisa memutar balikan tersebutlah yang mendorong seseorang untuk semakin bertindak anarki dan di luar batas mengacu pada titik temu spiritual, maksiat merupakan satu hal yang mampu menjerumuskan bani Adam ke dalam kenistaan dan kubangan dosa. Tidak sedikit dari mereka yang menjauh dari Tuhan dan mendekati perkara-perkara yang dilarang karena pengertian tersebut, kasus perselingkuhan masuk dalam kategori sebuah kemaksiatan sebab terdapat nilai-nilai ranah privat seperti kemaksiatan dilakukan secara terus-menerus, maka seseorang akan mendapat ganjaran dalam Pandangan AgamaUnsplash/Nathan DumlaoMenurut pandangan Islam, selingkuh termasuk salah satu perbuatan ke arah perzinaan dan tentu dilarang di dalam senada juga dilayangkan oleh Fatwa Tarjih PP Muhammadiyah yang menjelaskan dengan gamblang bahwa hukum perselingkuhan adalah survei yang dilakukan oleh psikolog yang tergabung dalam YourTango, seks merupakan alasan kedua mengapa seseorang melakukan ini disebabkan perselingkuhan dilandaskan oleh nafsu, nafsu inilah yang mengarahkan seseorang untuk melakukan perbuatan sangat ketat memberi aturan pada seseorang yang berbuat zina seperti tertuang dalam Al-Qur’an, surah Al-Furqon 2568 menyebut“Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah membunuhnya kecuali dengan alasan yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat pembalasan dosa nya.”Hukumannya bagi yang berzina juga tidak main-main, yakni neraka jahanam dengan intensitas paling menakutkan. Di sisi lain, menurut pandangan agama Kristen juga demikian. Perselingkuhan merupakan salah satu perbuatan terkutuk yang ganjarannya dibenci oleh Tuhan dan akan dihakimi sendiri dengan sangat jelas menyatakan bahwa Dia membenci perselingkuhan, apalagi sampai terjadi perceraian Maleakhi 2 14-16 TB. Kemudian, dijelaskan pada Alkitab Ibrani 134 yang berbunyi”Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezina akan dihakimi Allah.”Perselingkuhan Membentuk Krisis KepercayaanUnsplash/Noah BuscherEfek yang ditimbulkan korban perselingkuhan bukan hanya kerugian secara tenaga, melainkan juga kerugian secara psikis. Korban perselingkuhan kerap kali menderita putus asa hingga gangguan depresi dengan intensitas yang bukan suatu hal yang dapat dibangun dengan sekejap mata, melainkan melalui sebuah kebiasaan yang konsisten dalam hubungan mutlak dibutuhkan sebagai landasan untuk membangun hubungan yang bahagia dan memuaskan bagi kedua belah yang mendambakan hal-hal terbaik dalam hubungan mereka harus belajar untuk menciptakan kepercayaan. Ketika krisis kepercayaan melanda, sulit bagi seseorang untuk mempercayai kembali apa yang sudah tersakiti terutama dalam konteks kasus rangkuman mengenai topik apakah selingkuh masuk neraka, secara teori memang tidak ada yang menyebutkan bahwa perselingkuhan dapat masuk ke dalam dogmatis keagamaan banyak menyebutkan seseorang yang berselingkuh dapat masuk Mama dijauhkan dari kasus perselingkuhan, dapat memiliki pasangan yang setia dan harmonis sepanjang hayat, juga5 Alasan Selingkuh karena Ingin Balas Dendam Tidak Boleh Dilakukan15 Ciri-Ciri Suami Selingkuh dan Berbohong, Tingkahnya Beda5 Faktor Pasangan Selingkuh yang Harus Diketahui
apa yang harus dilakukan jika suami selingkuh dalam alkitab