apa dampak kekeringan bagi perekonomian suatu wilayah
2017. Kekeringan merupakan bahaya alam yang rumit dan berulang dengan dampak berbeda pada setiap wilayah ekologi, ekonomi, sosial, pertanian, budaya, dan politik (Nuraimmatul & Buchori, 2019). Salah satu yang dapat dilakukan dalam menghadapi bencana kekeringan adalah melakukan prediksi kejadian yang kemungkinan akan terjadi berlandaskan teori
Lamanyabisa mencapai belasan bulan. Dampak dari El Nino beragam dan sangat luas. Misal, ketika El Nino terjadi, Indonesia, Filipina, dan Malaysia akan mengalami kekeringan dan kemarau panjang, serta curah hujan turun drastis. Berbeda dengan Indonesia, wilayah Amerika Tengah dan Selatan akan mengalami peningkatan curah hujan yang cukup tajam.
Dampakkekeringan juga berhubungan dengan penyebab pemanasan global. Banyak produksifitas yang akan terganggu seperti, kegiatan ekonomi, pertanian, dan kelangsungan ekosistem lingkungan akan berimbas buruk juga. Penjelasan lanjut silahkan simak beberapa dampak yang terjadi karena kekeringan, diantaranya sebagai berikut:
Dampaknegatif yang terungkap dari aktivitas perkebunan kelapa sawit diantaranyai: 1. Persoalan tata ruang, dimana monokultur, homogenitas dan overloads konversi. Hilangnya keaneka ragaman hayati ini akan memicu kerentanan kondisi alam berupa menurunnya kualitas lahan disertai erosi, hama dan penyakit. 2.
DampakKetinggian Dari Permukaan Laut Sebuah studi baru , yang diterbitkan di Nature Climate Change, telah melaporkan bahwa dunia akan kehilangan hampir setengah dari pantai berpasirnya yang berharga pada tahun 2100 saat laut bergerak ke darat dengan naiknya permukaan laut, apakah kehilangan ini akan melibatkan wilayah di Indoensia?.
Wie Kann Ich Mit Einem Mann Flirten. Ilustrasi wilayah yang mengalami kekeringan. Foto dok. merupakan suatu hal buruk yang dapat menimpa suatu wilayah, terlebih saat wilayah tersebut mengalami musim kemarau. Apa saja yang bisa mengakibatkan kekeringan dan bagaimana cara mencegahnya? Mari simak penjelasan mengenai penyebab, akibat dan cara untuk mencegah kekeringan dalam artikel berikut dan Akibat Kekeringan serta Cara untuk MenanggulanginyaPeristiwa kekeringan merupakan peristiwa dimana suatu wilayah mengalami kekurangan kebutuhan air untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia yang tinggal di wilayah tersebut, baik itu kebutuhan makan, minum, atau bahkan untuk mandi dan kebutuhan kebersihan mengenai peristiwa kekeringan juga disebutkan secara rinci dalam buku berjudul Manajemen Bencana Pengantar dan Isu-Isu Strategis karya Wignyo Adiyoso 201844 yang menjelaskan bahwa kekeringan adalah hubungan antara ketersediaan yang jauh di bawah kebutuhan air baik untuk kebutuhan hidup, pertanian, dan kekeringan tersebut rupanya dapat dialami suatu wilayah dengan sebab-sebab tertentu, baik itu dari faktor alam maupun faktor manusia itu sendiri. Sebagaimana yang dijelaskan dalam buku Pembangunan Desa Rawan Bencana yang ditulis oleh Putrawan Habibi, SP,MP dan I Gusti Lanang Parta Tanaya, PhD 2019187.Dalam buku tersebut memaparkan bahwa kekeringan dapat terjadi sebab gejala alam. Kejadian atau gejala alam yang menyebabkan kekeringan adalah perubahan iklim yang disebut dengan El Nino yang mengubah pola cuaca dan berdampak terhadap berkurangnya air hujan. Penyebab kekeringan juga dapat terjadi karena ulah campur tangan manusia, sepertiPenebangan hutan yang merusak daerah resapan air hujan sehingga menurunkan kemampuan tanah menahan airPenggunaan tanah yang kurang teraturPenggunaan air yang berlebihanIlustrasi wilayah yang mengalami kekeringan. Foto dok. buku ini juga disebutkan akibat atau dampak yang dapat ditimbulkan dari kekeringan, antara lainMunculnya kesulitan mendapatkan air bersihMunculnya penyakit-penyakit, terutama penyakit kulit, penyakit tanaman dan ternakKekurangan pangan sehingga menimbulkan kelaparan karena berkurangnya atau gagal panenKebakaran di daerah peternakan, pertanian, dan hutanRusaknya lingkungan air tawar yang mengakibatkan berkurangnya hewan di alamBerkurangnya pendapatan penduduk yang bergantung pada ketersediaan air seperti petani dan petambakTimbulnya erosi tanah oleh angin dan airUntuk mencegah dan mengatasi peristiwa kekeringan, kita dapat melakukan beberapa cara sesuai dengan yang disebutkan dalam laman resmi yang diakses pada 8 September 2021, menyebutkan kekeringan dapat diatasi dengan beberapa cara antara lainPenghijauan yang dilakukan di daerah hulu diikuti dengan melakukan pengurangan konversi lahan didaerah konversi lahan yang menyebabkan penurunan kemampuan lahan dalam menyerap air kekeringan juga dapat dilakukan dengan mencegah pendangkalan waduk dan menyediakan embung atau penampung air hujan sebagai cadangan mengetahui apa saja yang bisa mengakibatkan kekeringan, akibat yang ditimbulkan dan juga cara mencegahnya dapat meningkatkan kesadaran kita untuk menjaga kelestarian dan kehijauan lingkungan hidup di sekitar kita agar terhindar dari kekeringan. DAP
Hai sobat Zenius! Gue mau tanya nih, apa yang elo rasain kalau misalnya nggak minum air putih seharian? Pastinya bakal aus banget dan terasa kering ya tenggorokannya? Eh tapi tau nggak sih, ternyata bumi juga bisa mengalami kekeringan dan aus kayak yang kita rasain kalau nggak dapat asupan air untuk waktu yang lama! Lapisan bumi kita yang udah lama nggak dapat air dari hujan juga bakal mengalami yang namanya kekeringan. Sama kayak tubuh kita juga, tanah yang mengalami kekeringan juga akan mengalami berbagai macam dampak yang bakal berpengaruh ke ekosistem. Nah, di artikel ini gue bakal bahas satu persatu tentang kekeringan. Mulai dari pengertian, penyebab, dampak, dan cara mengatasi kekeringan. Simak sampai habis yuk! Apa yang dimaksud dengan kekeringan? Ilustrasi Kekeringan Dok. Freepik Terus apa itu kekeringan di bumi? Apakah buminya lagi puasa jadi dia nggak boleh minum? Hehe nggak gitu kok, guys! Kekeringan merupakan keadaan di mana suatu wilayah mengalami kekurangan sumber daya air baik di permukaan, tanah maupun udara. So, kekeringan berlawanan dengan yang namanya banjir. Kalau suatu wilayah mengalami kekeringan berarti wilayah itu kekurangan air. Tapi kalau lagi banjir, berarti wilayah tersebut lagi kelebihan air. Oh ya, kekeringan termasuk dalam kejadian bencana lho, guys! Lebih spesifiknya bencana hidrometeorologi. Apa itu bencana hidrometeorologi? Hidro artinya jumlah air dan meteorologi artinya ekstremitas cuaca. Jadi bencana hidrometeorologi itu bencana atau kejadian yang disebabkan oleh cuaca dan ada hubungannya sama air. Contohnya ada kekeringan dan banjir kayak yang udah gue sebutin di atas tadi! Pengertian Kekeringan Arsip Zenius Baca Juga Dinamika Hidrosfer Siklus Air dan Manfaatnya Bagi Kehidupan Penyebab Bencana Kekeringan Terus, kira-kira kenapa ya suatu wilayah bisa mengering? Kok air sulit banget kayaknya di sana? Nah setidaknya, ada 3 penyebab terjadinya kekeringan di suatu wilayah. Alamiah Salah satu penyebab bencana kekeringan adalah wilayah tersebut yang memang memiliki kelembaban yang rendah. Ada banyak banget faktor yang bisa menyebabkan rendahnya curah hujan. Lengkapnya, elo bisa baca di sini tentang Kenapa Intensitas Hujan Tiap Daerah Berbeda-beda. Fun fact, salah satu hal yang bisa kita identifikasi dari wilayah yang mengalami kekeringan alamiah adalah daerah tersebut memiliki banyak sabana atau padang rumput! Karena rumput bisa hidup di tanah yang kadar airnya sedikit. Beberapa contohnya ada di wilayah Nusa Tenggara Timur, Pulau Sulawesi, atau Papua. Fluktuasi Suhu Next, dalang dari kekeringan di muka bumi ini adalah El Nino dan La Nina. Elo familiar nggak sama El Nino dan La Nina? Peningkatan suhu ini berpengaruh sama tekanan udara gengs, yang nantinya bakal berpengaruh ke angin. Terus inget nggak, kalau angin bisa ngebawa awan ke berbagai daerah? Itu dia El Nino La Nina, mereka adalah saudara kembar yang membawa cuaca kering atau cuaca hujan ke beberapa daerah di permukaan bumi. Kalau di Indonesia sendiri kekeringan disebabkan oleh El Nino, gengs! El Nino ini ngebawa awan yang siap menghujam ke arah Amerika Selatan. Jadinya Indonesia nggak kedapatan hujan, dan malah kemarau yang Indonesia dapat! Perubahan Iklim Last but not least, El Nino dan La Nina kan salah satu bentuk anomali atau keanehan iklim ya. Artinya mereka adalah salah satu penyebab terjadinya perubahan iklim juga. Yang nantinya bakal menyebabkan kekeringan di suatu wilayah. Perubahan iklim ini bisa menyebabkan kekeringan karena peningkatan suhu. Nah kan meningkatnya suhu berarti panas yang bikin air di tanah menguap, nantinya hal tersebut bisa menyebabkan kekeringan. Penyebab Kekeringan Arsip Zenius Baca Juga Apa Itu Bencana dan Mengapa Bencana Dapat Terjadi? Jenis-jenis Kekeringan Ada beberapa jenis kekeringan yang perlu elo tau. Jenisnya itu ada 3, yaitu Kekeringan Meteorologis Kekeringan yang terjadi akibat rendahnya curah hujan. Artinya, ini kekeringan yang berada di udara. Tapi kenapa ya bisa rendah curah hujannya? Karena awan yang ada di suatu wilayah tersebut sedikit. Ada banyak banget lho faktornya. Mulai dari ketinggian wilayah, kelembaban udaranya, aliran udara, sampai jauhnya wilayah tersebut dari titik penguapan air yang nantinya bakal mengubah air jadi awan. Kekeringan Agronomis Nah, masih berhubungan nih sama kekeringan meteorologis. Adanya air di dalam tanah kan biasanya karena adanya hujan ya. Jadi kalau misalnya kandungan air di dalam tanah berkurang, itu merupakan dampak dari rendahnya curah hujan. So, inget ya, kekeringan Meteorologis bisa menyebabkan kekeringan Agronomis. Gambar Kekeringan di Tanah Dok. Freepik Kekeringan Hidrologis Kekeringan Hidrologis ini merupakan gabungan dari dua jenis kekeringan di atas. Rendahnya curah hujan yang berakibat pada menurunnya air tanah dan permukaan. Jadi bukan cuman air tanah aja yang berkurang, tapi air di permukaan juga, gengs! Jenis-jenis Kekeringan Arsip Zenius Dampak Kekeringan Nah setelah paham dari penjelasan gue tentang penyebab dan jenis-jenis kekeringan itu sendiri, kira-kira ada dampaknya nggak ya buat manusia? Tentu kekeringan ini bahaya banget buat manusia. Apa aja bahayanya? Pertama karena karena kekeringan itu berkaitan dengan kurangnya air di permukaan tanah, di dalam tanah, dan di udara, maka pasokan air itu bakal berkurang juga. Kayak yang kita tau, air itu penting banget buat manusia. Kita minum sehari-hari dengan air, mandi pakai air, bahkan cuci piring aja pakai air. Kalau kekurangan air, berarti nantinya bakal terjadi krisis air. Terus kalo krisis air apa aja ya kira-kira yang bakal terjadi? By the way, bukan manusia aja loh yang butuh air. Tapi tanaman dan hewan juga butuh air. Nah kalo tanaman dan hewan nggak dapat pasokan air yang cukup, mereka bakal mati dan layu. Ingat, tanaman butuh zat hara yang berasal dari tanah subur buat hidup. Terus hewan juga butuh air untuk minum dan melakukan aktivitas lainnya. Terus artinya kalau terjadi kekeringan yang berkepanjangan, tanaman dan hewan di sekitar kita juga udah nggak ada lagi. Pada akhirnya, dari krisis air itu bakal berujung ke krisis kemanusiaan. Karena air yang merupakan sumber kehidupan di ekosistem kita udah nggak ada lagi. Salah satu contoh dari dampak kekeringan bisa kita rasain lho saat ini. Sobat mungkin ada yang pernah beli air baik air minum maupun air bersih? Atau ngeliat di berita gagal panen padi dan tanaman lainnya? Nah itu beberapa contoh dampak kekeringan yang bisa elo rasain saat ini. Dampak Kekeringan Arsip Zenius Gimana Cara Mengatasi Kekeringan? Terus bagaimana upaya untuk menanggulangi kekeringan? Meskipun kekeringan adalah bencana yang berasal dari alam, tapi kita sebagai manusia juga bisa kok mencegah adanya bencana kekeringan ini. Ada beberapa solusi nih buat menghadapi kekeringan yang melanda. “Tapi kan, ini masalah yang berasal dari alam? Emang ada ya cara mengatasinya?” Harap tenang sobat, semua masalah pasti ada solusinya, cailah. Dilansir dari laman Pusat Krisis Kementerian Kesehatan Indonesia, ada beberapa cara nih buat menghadapi kekeringan. Pertama dari sisi pemerintah, membangun waduk adalah salah satu caranya. Waduk merupakan danau buatan untuk menampung air hujan. Nah, nantinya air hujan ini bisa jadi cadangan air ketika musim kemarau atau ketika kekeringan melanda. Pembangunan waduk ini juga perlu disertai dengan irigasi yang baik ke tiap wilayah. Gunanya apa? Biar tanaman dan hasil pertanian bisa tetap subur dan hidup, gengs! Abis itu apa lagi ya? Airnya udah ada dan saluran irigasinya juga udah ada. Tinggal tanamannya! Sobat nggak perlu nunggu dari pemerintah untuk menanam tumbuhan, tapi elo juga bisa mulai menanam pohon yang akarnya bisa berfungsi untuk menyerap air ke dalam tanah. Penanaman kembali tanaman dan pohon yang telah digunakan ini biasa disebut juga sebagai reboisasi. Dengan ketiga mitigasi bencana kekeringan tersebut, biasanya suatu wilayah akan jadi lebih subur dan terhindar dari yang namanya kekeringan. Eh tapi nggak cuman itu, pemerintah juga perlu sosialisasi tentang bagaimana masyarakat harus menghemat air. Karena kalau misalnya nanti wilayah mereka terjadi kekeringan, hal tersebut bakal jadi imbasnya sendiri buat mereka. Udah sip kan solusinya? Dari pelaksanaan beberapa hal tersebut, tinggal perawatan dan konservasinya aja yang perlu dipertahankan. Cara Mengatasi Kekeringan Arsip Zenius Contoh Soal Eh gimana-gimana? Udah cukup paham kan sama materi kekeringan ini? Biar makin paham dan siap buat ngerjain soal UTBK Geografi, langsung aja yuk kerjain contoh soal di bawah ini! Bencana kekeringan terjadi karena tingginya laju… A. Hujan B. Penguapan C. Penyerapan D. Penyubliman E. Pengembunan Sobat perlu tau dulu, kenapa kekeringan bisa terjadi. Kekeringan terjadi karena rendahnya curah hujan dan pasokan air di daratan, tanah, dan udara menurun kan? Nah sekarang bagaimana air bisa menghilang? Jawabannya karena tanah dan daratan yang basah itu kandungan airnya menguap dan nggak pernah terkena hujan lagi. Sehingga jawabannya adalah B. Penguapan Terdapat beberapa cara di bawah ini mengatasi bencana kekeringan, yang kurang tepat adalah… A. Menjaga konservasi lahan dan air B. Melakukan reboisasi C. Tidak membuang sampah sembarangan D. Membangun waduk E. Menghemat air Ada yang aneh nih, salah satu dari jawabannya kayak kurang tepat gitu. Kira-kira yang mana ya? C. Tidak membuang sampah sembarangan nggak ada hubungannya gengs sama kekeringan! Karena tidak membuang sampah sembarangan adalah cara untuk mengatasi banjir. Rendahnya curah hujan di Desa Kutalabali menyebabkan kekeringan yang mengganggu sumber mata air dan keringnya sungai di desa tersebut. Desa Kutalabali sedang mengalami jenis kekeringan… A. Kekeringan agronomis B. Kekeringan hidrometeorologis C. Kekeringan El Nino D. Kekeringan meteorologis E. Kekeringan hidrologis Kekeringan hidrologis merupakan kekeringan yang disebabkan oleh rendahnya curah hujan hingga mengakibatkan menurunnya pasokan air tanah dan permukaan. Berdasarkan peristiwa tersebut terjadi penurunan pasokan air yang bersumber dari mata air. Mata air merupakan keluaran dari air tanah sehingga berkurangnya air dari mata air berarti pasokan air tanah juga berkurang dan dapat dikatakan Desa Kutalabali mengalami E. Kekeringan hidrologis. Yuk, Belajar UTBK Bareng Zenius! Nah, gimana nih, Sobat Zenius, udah paham belum sama materi kekeringan ini? Buat ngerti lebih lengkapnya tentang materi bencana hidrometeorologi, elo bisa akses video materi dari Zenius. Cukup klik gambar di bawah ini, dan pastikan elo udah punya akun Zenius, ya. Elo juga bisa nemuin materi Geografi lainnya dari Zenius di sini, buat bahan belajar UTBK. Kalau elo mau mengasah pemahaman elo dengan ngerjain latihan soal, langsung meluncur aja ke Soal Geografi UTBK. Segitu dulu dari gue. Selamat belajar, guys, dan semoga lancar UTBK-nya! Baca Juga Mengenal Klasifikasi dan Jenis-Jenis Laut – Materi Geografi Kelas 10 Referensi Penjelasan Tentang Kekeringan – Video Materi Bencana Meteorologi, Geografi, Zenius Education Pusat Krisis Kementerian Kesehatan, Kemenkes RI. 2021. “Dampak dan Solusi Mengatasi Kekeringan Di Indonesia”. Jakarta, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Siklon Tropis Emang Gue Pikirin? TehManisKamis
Dewasa ini tidak hanya karakter seseorang yang dapat dikatakan sulit untuk diramalkan, tetapi karakter iklim pun deimikian. Iklim yang mengalami perubahan akan bermuara pada lama musim yang berubah-ubah. Indonesia yang notabene memiliki iklim tropis dengan perubahan musim yang dapat dikatakan sedang labil ini pun menjadi perhatian utama bagi setiap lapisan terutama bagi kalangan yang bergerak di bidang pertanian ataupun yang terkait dengan penggunaan lahan lainnya. Perubahan karakter iklim juga bahkan dapat menyebabkan kekeringan. Kekeringan menjadi suatu bencana yang secara perlahan menggerogoti kesejahteraan tanpa disadari. Layaknya bencana yang tidak dapat dicegah secara sempurna yang bisa dilakukan hanyalah melalui penanggulangan dan menambah jangka waktu hal tersebut berulang. Maka penting bagi kita untuk mengetahui lebih lanjut mengenai apa itu kekeringan dan berbagai hal yang berkaitan dengannya. 1. Pengertian dan Klasifikasi Kekeringan Kekeringan adalah salah satu bencana yang terjadi secara alamiah maupun karena manusia. Kekeringan yang terjadi secara alamiah dibedakan menjadi empat, yaitu kekeringan meteorologis, kekeringan hidrologis, kekeringan agronomis, dan kekeringan sosial ekonomi. Kekeringan meteorologis merupakan kekeringan yang disebabkan karena tingkat curah hujan pada suatu daerah di bawah normal. Kekeringan hidrologis terjadi ketika pasokan air tanah dan air permukaan berkurang. Kekeringan agronomis berkaitan dengan berkurangnya kandungan air di dalam tanah, sehingga pertumbuhan tanaman dapat terganggu. Kekeringan sosial ekonomi merupakan merupakan muara dari semua kekeringan yang telah terjadi sebelumnya karena adanya bencana ini menyebabkan adanya krisis sosial dan ekonomi. Bencana sendiri merupakan pengertian yang antroposentris. Artinya suatu peristiwa tidak akan dikatakan menjadi sebuah bencana apabila tidak merugikan manusia. Bencana menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 adalah sebuah peristiwa atau rangkaian peristwa yang mengancam dan menggangu kehidupan masyarakat, bisa disebabkan oleh faktor alam ataupun non alam, sehingga menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta, dan dampak psikologis. Pengertian kekeringan merupakan suatu peristiwa yang terjadi pada musim kemarau, apalagi ketika musim kemarau panjang melanda. Definisi kekeringan secara umum adalah kondisi di mana suatu wilayah, lahan, maupun masyarakat mengalami kekurangan air sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhannya. Menurut Parwata et al. 2014 kekeringan merupakan hubungan antara ketersediaan air di bawah rata-rata minimal kebutuhan air untuk hidup, lingkungan, maupun ekonomi. Kekeringan dapat disebabkan karena suatu wilayah tidak mengalami hujan atau kemarau dalam kurun waktu yang cukup lama atau curah hujan di bawah normal, sehingga kandungan air di dalam tanah berkurang atau bahkan tidak ada. Konsumsi air yang berlebihan pun dapat menjadi penyebab kekeringan, hal tersebut disebabkan konsumsi air berlebih tidak diimbangi dengan sumber air yang berlebih pula. Konsumsi air berbanding terbalik dengan sumber air, artinya bencana ini dapat terjadi saat konsumsi air sudah melampaui batasnya namun sumber air hanya mengeluarkan air dengan jumlah yang sama terbatas. Vegetasi pun dapat menjadi penyebab dari bencana ini, wilayah yang masih memiliki vegetasi yang lebat pasti memiliki cadangan air yang lebih banyak jika dibandingkan dengan wilayah yang tidak memiliki vegetasi atau lahan gundul. Vegetasi yang gundul artinya air yang meresap ke dalam tanah infiltrasi pun pasti akan berkurang, karena fungsi akar sendiri menyerap dan menyimpan air dari hujan. Air yang tersimpan di dalam akar tersebut dapat digunakan sebagai cadangan ketika musim kemarau telah tiba. Hal ini berarti, ketika musim kemarau datang daerah yang memiliki sedikit pohon akan memiliki cadangan air yang sedikit pula karena pohon-pohon tersebut sudah tergantikan oleh bangunan-bangunan khususnya di daerah perkotaan. Kekeringan juga dapat terjadi karena masyarakat suatu daerah belum bisa mengelola sumber daya air yang ada secara baik, ataupun prasarana sumber daya air yang kurang. Kekurangan sumber air pun dapat menjadi penyebab bencana ini. Ketika sumber air mata air, sungai, dan lainnya mengering maka tidak dapat memenuhi kebutuhan air manusia. Begitu pula ketika sumber air tersebut dimanfaatkan terlalu berlebihan hingga airnya habis maka pemanfaatan sumber daya air tidak dapat berkelanjutan. Keadaan akan semakin parah ketika sumber air yang ada di suatu wilayah jumlahnya sedikit dan jaraknya yang jauh. Sumber air yang jaraknya jauh tersebut akan semakin menyulitkan masyarakat ketika kekeringan melanda, apalagi ketika sumber air tersebut merupakan sumber air yang dapat terjangkau oleh masyarakat. Mau tidak mau masyarakat harus mengambil air di tempat tersebut. [read more] 3. Dampak Dampak kekeringan sangat dahsyat, apalagi ketika dampak tersebut sudah mempengaruhi perekonomian pada suatu daerah. Air merupakan hal yang sangat krusial untuk kehidupan, baik itu manusia, hewan, ataupun tumbuhan. Semua makhluk hidup memerlukan air untuk keberlangsungan hidupnya. Bencana ini berhubungan erat dengan kebutuhan manusia, kebutuhan lahan, maupun perekonomian. Ketika pasokan air di suatu daerah tidak dapat mencukupi kebutuhan penduduknya, masyarakat pasti akan merasakan kesulitan. Air sangat diperlukan masyarakat, baik itu untuk air minum, mandi dan buang air, memasak, dan lainnya. Hal tersebut tidak dapat digantikan oleh barang apapun. Saat air minum berkurang, hal tersebut juga berdampak ke kesehatan manusia itu sendiri, contohnya munculnya wabah penyakit seperti diare, penyakit kulit, campak, cacar dan lainnya. Manusia dapat bertahan lebih lama tanpa makanan, tapi tidak dapat bertahan tanpa minum karena 70% dari tubuh manusia merupakan air. Tubuh manusia sangat memerlukan air untuk proses-proses dalam tubuh seperti membantu mengeluarkan kotoran, menjaga kelembaban, media transportasi nutrisi, dan lainnya. Oleh karena itu air bersih khususnya untuk kebutuhan air minum sangat diperlukan. Tidak hanya manusia saja yang tersiksa ketika tidak ada air, namun tumbuhan dan hewan pun akan tersiksa bahkan mati. Sama halnya dengan manusia, tumbuhan memerlukan air untuk proses fotosintesis alias memproduksi makanan. Tanaman mati maka pasokan oksigen untuk manusia pun akan turut berkurang. Hewan pun akan merasakan dampaknya karena hewan juga termasuk makhluk hidup yang membutuhkan air untuk minum. Manusia, tumbuhan, dan hewan merupakan contoh dampak yang nyata dari peristiwa kekeringan yang terjadi bahkan sampai menyebabkan penurunan populasi baik dari manusia, tumbuhan, maupun hewan ketika kekeringan yang terjadi sudah sangat ekstrem. Bencana ini pun dapat menurunkan produktivitas khususnya hasil pertanian lahan basah. Lahan basah contohnya sawah memerlukan banyak air, apalagi lahan basah komoditas utamanya adalah padi yang memang biasa hidup pada kondisi lahan yang tergenang. Apabila panen pagi gagal dan terjadi dalam skala besar, maka dampak besar lainnya yang akan terjadi adalah kurangnya pasokan beras dan semakin banyak beras yang harus diimpor oleh Indonesia. Dampak kekeringan merupakan dampak yang kompleks karena menyangkut beberapa aspek penting dan aspek tersebut saling berkaitan satu sama lain. Oleh karena itu diperlukan tindakan penanggulangan maupun pencegahan untuk mengatasi bencana ini yang dilakukan oleh diri sendiri, masyarakat luas, maupun stakeholders terkait. 4. Upaya Penanggulangan Upaya penanggulangan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kekeringan yaitu meningkatkan ketersediaan sumber air, baik itu sumber air dari tanah, sumur gali, maupun penampungan air hujan. Penggunaan air secukupnya merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan ketika sumber daya air sudah menipis karena apapun yang berlebihan pun pasti tidak akan baik. Jadi cukup gunakan air secukupnya saja. Ketika kekeringan melanda dan yang tersisa hanya air kotor yang tidak bisa kita manfaatkan maka yang kita perlukan adalah sebuah alat yang dapat digunakan sebagai penyaring air tersebut. Melalui proses penyaringan, air yang awalnya kotor dapat kita manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan. Alat penyaring air pun dapat dibuat secara sederhana. Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk membuat alat penyaring air sederhana ini adalah ijuk, pasir, batu alam, kerikil, arang, dan sabut kelapa. Bahan-bahan tersebut perlu disusun dengan tepat agar dapat menghasilkan air yang bersih. Namun alat penyaring air tersebut hanya dapat digunakan dalam skala kecil, paling tidak setiap rumah memiliki satu alat penyaring air. Pemerintah juga perlu bergerak dalam menanggulangi bencana ini, yaitu dengan subsidi air maupun subsidi tangki air yang didistribusikan kepada masyarakat yang mengalami kekeringan panjang. 5. Upaya Pencegahan Kekeringan Penanaman Pohon di Daerah Hulu Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kekeringan yaitu melalui gerakan menanam pohon. Memang manfaatnya akan dirasakan ketika pohon tersebut sudah besar, tetapi cara ini harus dilakukan untuk kelestarian air baku. Pohon dapat menyerap air dan juga memperbaiki aerasi tanah sehingga dapat menyimpan air lebih baik. Apalagi ketika pohon tersebut membentuk suatu hutan dengan vegetasi yang lebat. Pasti air yang disimpan hutan tersebut akan semakin banyak. Pembuatan Sumur Resapan dan Teknik Konservasi Air Lainnya Upaya lain yang dapat dilakukan yaitu dengan pembangunan sumur resapan, hal tersebut dapat dilakukan oleh masyarakat. Setiap rumah dapat membangun sumur resapan agar ketersediaan air tanah meningkat. Prinsip kerja dari sumur resapan ini adalah menampung air hujan dalam suatu lubang agar air genangan memiliki waktu yang lebih lama dipermukaan tanah sehingga sedikit demi sedikit air akan meresap kedalam tanah. Prinsip kerja dari sumur resapan adalah dengan cara memperbesar luas permukaan tanah dengan cara membuat lubang berbentuk sumur, luasnya permukaan tanah ini membuat air yang dapat diinfiltrasikan lebih banyak daripada sebelumnya. Sumur resapan ini harus ditempatkan minimal 1 m dari pondasi, 3 m dari sumur air bersih, dan 5 m dari septic tank. Bahasan lebih mendalam terkait sumur resapan dapat dilihat pada artikel “Sumur Resapan Pengertian, Manfaat, Jenis dan Pembuatan“. Selain pembangunan sumur resapan, teknik-teknik konservasi tanah dan air yang lainnya pun dapat dilakukan, seperti pembangunan rorak, DAM resapan, kolam retensi, lubang resapan, dan lain sebagainya. 6. Kejadian Kekeringan Terbesar di Indonesia Kejadian kekeringan terbesar yang pernah terjadi di Indonesia yaitu pada tahun 2018, Nusa tenggara Barat mengalami kekeringan ekstrem karena mengalami hari tanpa hujan sebanyak 112 hari. Suatu daerah dinyatakan mengalami kekeringan ekstrem ketika hari tanpa hujannya mencapai lebih dari 60 hari. Indonesia pernah mengalami bencana ini pada tahun 2018, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB setidaknya beberapa kabupaten/ kota di 8 provinsi mengalami bencana tersebut. Wilayah provinsi tersebut adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta DIY, Banten, Nusa Tenggara Timur, dan Lampung. Bencana tersebut didominasi oleh daerah-daerah di Pulau Jawa, dengan total warga yang terkena dampak paling besar yaitu di Provinsi Jawa Tengah sebanyak jiwa. BNPB mencatat setidaknya terdapat 606 bencana kekeringan di Indonesia selama 2010 sampai 2017. Kekeringan merupakan bencana yang tidak bisa kita anggap sepele, oleh karena itu cegahlah bencana kekeringan paling tidak dari diri kita sendiri. Mulailah berhemat dalam menggunakan air karena mencegah lebih baik daripada menanggulangi. Referensi Parwata IGMA, Indradewa D, Yudono P, Kertonegoro BD, Kusmarwiyah R. 2014. Respon pertumbuhan dan hasil tanaman jarak pagar Jatropha curcas L. terhadap cekaman kekeringan di lahan pantai di tahun pertama siklus produksi. Jurnal Agron Indonesia. 41159-65. [/read]
- Kekeringan sering kali terjadi di suatu wilayah, terutama saat musim kemarau tiba atau dikarenakan hujan tak kunjung turun. Bencana kekeringan adalah peristiwa yang mana suatu wilayah mengalami kekurangan air, untuk memenuhi kebutuhan hidup termasuk kebutuhan makan, minum, mencuci, hingga adalah salah satu bencana yang bisa terjadi secara alamiah, maupun karena aktivitas manusia. Baca juga Meski Musim Hujan, BMKG Ungkap Wilayah Indonesia Berpotensi Alami Kekeringan Meteorologis Dikutip dari laman Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Nusa Tenggara Barat, Selasa 23/8/2022 kekeringan yang terjadi secara alamiah dibedakan menjadi empat, yaitu Kekeringan meteorologis disebabkan karena tingkat curah hujan suatu daerah di bawah normal. Kekeringan hidrologis diakibatkan ketika pasokan air tanah dan air permukaan berkurang. Kekeringan agronomis berkaitan dengan berkurangnya kandungan air di dalam tanah, sehingga pertumbuhan tanaman dapat terganggu. Kekeringan sosial ekonomi adalah suatu kondisi kekurangan pasokan komoditi ekonomi dari kebutuhan normal akibat kekeringan meterologi, hidrologi dan pertanian. Sedangkan, kekeringan antropogenik merupakan kondisi yang disebabkan karena aktivitas manusia, baik pada pola penggunaan air berlebihan, maupun kerusakan kawasan tangkapan air. Penyebab kekeringan Kekeringan dapat disebabkan karena suatu wilayah tidak mengalami hujan, kemarau dalam kurun waktu yang cukup lama atau curah hujan di bawah normal, sehingga kandungan air di dalam tanah berkurang, bahkan tidak ada. Penyebab kekeringan lainnya ialah konsumsi air berlebihan dan tidak diimbangi dengan sumber air. Artinya, bencana alam kekeringan dapat terjadi saat konsumsi air sudah melampaui batasnya, namun sumber air hanya mengeluarkan air dengan jumlah yang sama atau terbatas. Baca juga 4 Fakta Fenomena El Nino, Pemicu Kekeringan di Indonesia
Jakarta - Kekeringan berarti keadaan suatu wilayah saat tidak mengalami hujan karena datangnya musim kemarau dalam kurun waktu yang cukup lama. Dengan demikian, kandungan air pun akan menguap dan mengering. Banyak faktor yang membuat fenomena kekeringan terjadi. Seperti badai El Nino 2015 di Indonesia. Badai El Nino biasanya terjadi di wilayah Pasifik Selatan. Jika terjadi di satu wilayah negara maka negara lain dapat terkena dampak buruknya. Mulai dari kelaparan, kekurangan air, dan tertundanya kedatangan musim Penyebab KekeringanSecara umum, penyebab kekeringan di belahan dunia terbagi menjadi 6 faktor. Seperti uraian di bawah Letak GeografisPenyebab kekeringan yang terjadi di Indonesia pertama dipengaruhi oleh letak geografis. Di mana Indonesia tepat berdiri kokoh di garis khatulistiwa serta adanya 2 benua dan 2 samudera yang mengapit negara kepulauan itu, Indonesia yang membentang luas hingga kilometer persegi ditambah sekitar pulau menjadikan fenomena alam monsoon ikut hinggap. Monsoon menyebabkan perubahan iklim yang disebut jet steam effect yang ektrem karena tekanan udara darat juga berubah menjadi panas. Kemudian, panas inilah yang menghembus ke daratan yang mengeringkan kandungan air Penebangan PohonPenebangan pohon banyak dilakukan untuk kepentingan industri, real estate, maupun hal lainnya yang tanpa mengupayakan reboisasi untuk perlindungan bumi seisinya. Vegetasi yang terdiri dari tumbuhan dan tanaman sangat dibutuhkan oleh manusia dan hewan. Antara lain, untuk konsumsi sehari-hari, obat-obatan, dan respirasi. Pada proses respirasi, vegetasi salah satunya akan menghasilkan air bersih dari penyerapan molekul oksigen yang terdapat di udara bebas. Air yang dihasilkan tumbuhan kemudian diinfiltrasi dari akar ke tanah untuk kebutuhan harian dan cadangan saat kemarau Boros AirMandi yang dilakukan berjam-jam hingga melupakan kran air yang terbuka saat mengisi bak kamar mandi tentu menyumbang kekeringan. Padahal, air adalah kebutuhan pokok nomor 1 bagi manusia dan hewan untuk memberi tenaga tubuh lebih efektif daripada makanan. Menghemat air pun bukan berarti Anda pelit menjaga kebersihan diri dan isi rumah, tetapi membiasakan diri untuk menggunakan air bersih secukupnya. Bahkan, Anda dapat menggunakan air bekas untuk beberapa hal. Seperti menyiram air hasil cuci beras untuk tanaman di Kondisi Air Tanah Yang Terlalu DalamIklan Secara umum, terdapat empat lapisan tanah, yaitu lapisan atas, lapisan tengah, lapisan bawah, dan lapisan induk. Untuk mencapai tanah induk yang kaya akan air butuh usaha seperti pengeboran ditambah dengan modal uang yang dipersiapkan cukup banyak. Namun, lapisan tanah yang terlalu dalam dapat menjadi masalah sendiri bagi manusia. Karena air susah terangkat sehingga kekeringan melanda. Hal ini juga merugikan tumbuhan berakar pendek. Mereka akan susah menyerap air tanah sehingga menyebabkan Minimnya Daerah Resapan AirPenyebab kekeringan akibat faktor alam selanjutnya karena minimnya daerah resapan air terdekat. Seperti penggundulan pohon di hutan atau area persawahan hijau yang dialihfungsikan. Kedua fenomena sosial tersebut menjadikan manusia kehilangan resapan air penyebab kekeringan. Meskipun hujan terus mengguyur wilayah Anda, tetapi tidak ada sejumlah tanah dan tumbuhan yang mampu menyerap air cukup banyak, maka banjir juga akan terjadi. Bahkan, dampak buruk berupa bencana kekeringan akan sangat tunbuhan seperti ketela yang menyerap air sangat banyak jika dibandingkan dengan tanaman lainnya. Kemudian, jangan menanam pohon bambu yang strukturnya akan menutupi saluran penyerapan air ke Global WarmingAktivis-aktivis muda sudah banyak yang berkampanye tentang global warming. Bukan hanya omong kosong belaka, tetapi global warming memang sangat berbahaya bagi makhluk bumi terutama manusia. Salah satunya tanah akan mudah mengering sehingga kesulitan dalam infiltrasi. Kemudian, akan memudahkan iklim bumi tidak beraturan dan sulit diprediksi. Seperti saat ini, di mana musim kemarau dapat terasa lebih panas dan terjadi Kekeringan Bagi Manusia Kekeringan bagi manusia begitu menyedihkan karena segala aktivitas kehidupan seperti mati. Dampak terjadinya kekeringan secara umum dibagi menjadi produksi tanaman puso. Dengan demikian, memberi potensi matinya tanaman. Petani desa, pedagang, dan negara tentu rugi. Lalu, mengancam ketahanan pangan nasional Meningkatnya polusi udara yang membahayakan sistem pernapasan karena pasokan oksigen bersih juga berkurangMenyebabkan hidrologis atau perairan lingkungan berkurang saat musim editor Mahasiswa UGM Manfaatkan Aspal Jalanan Untuk Kurangi Peningkatan Suhu PerkotaanALFI MUNA SYARIFAH
apa dampak kekeringan bagi perekonomian suatu wilayah