apa makna penyebutan asmaul husna di dalam doa
Allahmendengar setiap suara di muka bumi baik yang nampak maupun yang tersembunyi. Allah Maha Mendengar juga dapat bermakna Allah mengabulkan do’a setiap hamba-Nya. Maka ini pertanda bahwa setiap perkataan kita selalu diawasi dan didengar oleh Rabb di atas Langit yang tujuh. Begitu pula menjadi pelajaran bahwa Allah mudah
Darikalimat basmalah ini terkandung tiga nama Allah yang termasuk di dalam asmaul husna, yaitu Allah, Ar-Rahman, dan Ar-Rahim. Dalam ajaran Islam, basmalah harus diucapkan setiap kali akan memulai semua macam pekerjaan atau perbuatan, perkerjaan apa saja, mulai dari hal-hal kecil sampai yang besar, penting atau tidak.
Allah berfirman: Aku membagi bagian shalat antara Aku dan hamba-hambaKu sama rata.Dan bagi hamba-Ku Aku berikan apa yang dia minta.Jika dia mengatakan “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin ”, Allah akan mengatakan, “Hambaku memuji-Ku”. Jika dia mengatakan: “Maliki yaumiddin ”, Allah akan mengatakan, “Hamba-Ku mengagungkan-Ku”, jika dia mengatakan:
Ma koin banyak hoki1000. Satria dananjaya. – Berpuasa 7 hari bilaruh. – Ilaa hadroti Malaikat Jibrili’ alaihis salamu. al Fatihah 7x. – Baca surat Ikhlas 1 hari 1 malam 14.300x jadi kalo diamalkan selama 1 minggu berarti totalnya genap 100 ribu lebih. – setelah selesai membaca surat ikhlas 14.300x kemudian memba doa 3x.
1 Makna “KULLU BID’AH DHOLALAH”. 1. Makna “KULLU BID’AH DHOLALAH”. Pada firman Allah yang berbunyi : Waja`alna minal maa-i KULLA syai-in hayyin. Lafadz KULLA disini, haruslah diterjemahkan dengan arti : SEBAGIAN. Sehingga ayat itu berarti: Kami ciptakan dari air sperma, SEBAGIAN makhluq hidup.Karena Allah juga berfirman
Wie Kann Ich Mit Einem Mann Flirten. Ilusrasi membaca asmaul husna. Sumber FreepikcomAsmaul Husna artinya nama-nama baik yang dimiliki Allah SWT. Allah memperkenalkan dirinya dengan nama-nama baik sesuai dengan firman yang tercantum dalam surat Al A'raf ayat ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا۟ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَArtinya "Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan."Umat Muslim yang rutin membaca Asmaul Husna akan mendapatkan keutamaan yang besar. Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas VII oleh Aris Abi Syaifullah, dkk., setidaknya ada 3 keutamaan yang bisa didapatkan oleh seorang Muslim yang membaca dan menghafal Asmaul Doa dengan Asmaul Husna akan dikabulkan Allah SWTSeseorang yang berdoa dengan menyebut nama-nama Allah dalam Asmaul Husna, Insyaallah doanya akan dikabulkan. Allah juga telah memerintahkan agar berdoa dengan menyebut namaNya. Hal ini tercantum seperti dijelaskan dalam ayat di atas. ". . . Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu. . ."2. Rasulullah menganjurkan untuk menjelaskan kandungan surat al A'raf ayat 180, Ibnu Katsir dalam tafsirnya mencantumkan hadist tentang asmaul husna. Seorang sahabat bertanya "Wahai Rasulullah, apakah kami boleh mempelajarinya?"Rasulullah bersabda, "Benar, dianjurkan bagi setiap orang yang mendengarnya asmaul husna mempelajarinya." HR. Ahmad3. Dijanjikan Masuk surgaKeutamaan asmaul husna yang luar biasa adalah dijanjikan akan masuk surga. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad, "Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, seratus kurang satu. Siapa yang menghafalnya, ia akan masuk surga." HR. Bukhari dan MuslimIlusrasi membaca asmaul husna. Sumber FreepikcomDoa Asmaul Husna dan TerjemahnyaDoa Asmaul Husna berikut ini adalah doa yang biasa dilantunkan oleh para santri di banyak pesantren Indonesia. Biasanya, mereka akan membacanya bersama-sama sebelum memulai majelis. Doa ini terdiri dari 3 tahap doa pembukaan - asmaul husna - doa penutupBerikut adalah doa sebelum membaca Asmaul Husnaبِسْـمِ الله بَدَ ئْـنَا - وَالْحَمْدُ لِـرَ بِّـنَا. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلامُ - لِلنـَّبِيْ حَبِـيْبِـنَا. يَا اَللهُ يَارَ بَّــنَـا - اَ نْتَ مَـقْصُـوْدُنَا. رِضَاكَ مَطْـلُوْ بُـنَا - دُنْـيَانَا وَاُخْــرَانَا. Bismillaahi bada’na - Wal khamdu lirabbina, Wash sholaatu wassalaam - Linnabii khabiibina, Yaa Allah yaa Robbanaa - Anta Maqshuudunaa, Ridhooka math luubunaa - Dun yaana wa uhraanaaArtinya "Dengan nama Allah, kami memulai membaca. Segala puji bagi Tuhan kami. Shalawat dan salam untuk Nabi Kekasih kami. Ya Allah ya Tuhan Kami. Engkau Tujuan Kami, RidhaMu yang Kami Cari. Di Dunia dan Akherat Kami."Setelah membaca doa tersebut, kemudian dilanjutkan dengan membaca seluruh Asmaul Husna yang berjumlah 99 nama. Setelah selesai, dilanjutkan dengan membaca doa Asma'ul Husna الْحُسْنَىْ - اِغْـفِرْلَنَا ذُنُوْ بَـنَا. وَلِــوَالِــدِنَـا - وَذُ رِّ يَّا تِـــنَا. كَفِّـِرْعَنْ سَيِّئَاتِنَا - وَاسْـتُرْعَلَى عُيُوْبِنَا. وَاجْبُرْعَلَى نُقْصَانِنَا - وَارْفَـعْ دَرَجَاتِـنَا. وَزِدْ نَا عِلْمًا نَافِـعًا - وَرِزْ قاً وَّاسِــعًا. حَـلاَلاً طَـيِّــبًا - وَعَـمَـلاً صَالِحًا. وَنَـوِّرْ قُلُـوْ بَـنَا - وَيَـسِّـرْ اُمُـوْرَنَا. وَصَحِّـحْ اَجْسَادَناَ - دَائِـمَ حَـيَاتِــنَا. اِلَى الْخَـيْرِقَرِبْـنَا - عَنِ الشَّـرِّ بَاعِـدْنَا. وَقُـرْبَى رَجَـائُنَا - اَخِـرًا نِلْنَا الْمُـنَى. بَلِـغْ مَـقَاصِـدَنَا - وَاقْـضِ حَوَائِجَـنَا. وَالْحَمْـدُ ِلا ِلَهِـنَا - اَلَّـذِى هَــدَا نَا. صَلِّ وَسَلِّمْ عَـلَى - طَهَ خَلِيْلِ الرَّحْمَنْ. وَاَلِـهِ وَصَـحْبِـهِ - اِلَى اَخِرِ الزَّمَـانْBi asmaa ikal khusnaa - Ighfir lanaa dhunuubanaa, Waliwalidiinaa - Wa dhurriyaa tinaa, Kaffir an sayyi’a tinaa - Waastur alaa uyuu binaa, Waajbur alaa nuq shoo ninaa - Waarfa’ darojaa tinaa, Wa zidnaa ilmaannaa fi’aan - Warizqon Waasi’aan, Khalaalan thoyyiban - Wa’amalan sholikhaan, Wanawwir quluu banaa - Wayassir umuu ronaa, Wa shokhi’ ajsaa danaa - Daaa’ima khayaatinaa, ilal khoiri qorribnaa - Anisy syarri baa’idnaa, Waalqurbaa rojaaa una - Akhiiroon nilnalmunaa, Balligh maqooshidanaa - Waqdhi khawaa ijanaa, Walkhamdu li’ilaahinaa - Alladhii hadaanaa, Sholli wasalim alaa - Thoohaa kholiilir rokhmaan, Wa aa lihii washokhbihii - ’Ilaa aakhirizzamaanArtinya "Dengan asma ul khusna, ampunilah dosa kami, dosa kedua orang tua kami, dan keturunan kami. Hapuskanlah kejelekan kami - dan tutuplah cacat kami. Tambahlah kekurangan kami, naikkanlah derajat kami. Tambahilah kami ilmu yang bermanfaat, rezki yang luas, halal dan bagus, dan amalan yang sholeh. Terangkanlah hati kami, mudahkanlah urusan kami, dan sehatkanlah badan kami. Selama hidup kami, dekatkanlah kebaikan kepada kami, jauhkanlah kami dari kejelekan. Dekatlah pada allah harapan kami, akhirnya kami memperoleh kenikmatan, sampaikanlah maksud-maksud kami. Penuhilah hajat-hajat kebutuhan kami, segala puji untuk tuhan kami yang telah menunjukkan kepada kami. Semoga allah memberikan rahmat dan keselamatan. Atas thoha/nabi muhammad menjadi kekasih. dan keluarganya dan sahabatnya - sampai akhir masa."
Tuntunan Monday, 11 Apr 2022, 1409 WIB Islam mengajarkan umatnya untuk bergantung dan berharap hanya pada Allah SWT. Sebab, Dialah yang memiliki kekuasaan tanpa batas. Oleh karena itu, dalam setiap kondisi, Islam menuntun kita untuk selalu mengingat Allah dan mengharapkan dan ketergantungan pada Sang Khalik antara lain diekspresikan lewat doa. Berdoa sejatinya adalah sebuah komunikasi langsung antara manusia dan Tuhan untuk mendapatkan pertolongan, anugerah, terhindar dari bencana, dan juga menjadi simbol dan pengakuan bahwa manusia tidak memiliki kekuataan apa pun di hadapan Allah. Banyak hadis Rasulullah yang menjelaskan keutamaan doa. Antara lain, yang menyebutkan doa adalah rohnya ibadah. Dalam Alquran juga banyak disebutkan tentang pentingnya berdoa. Scroll untuk membaca Scroll untuk membaca Agar doa kita terkabul, ada adab atau tata cara yang harus dipenuhi. Antara lain, doa harus keluar dari lubuk hati yang paling dalam dan disertai ketundukan serta pengagungan terhadap diri-Nya. Dalam berdoa, kita juga dianjurkan untuk menyebut Asmaul Husna, yaitu 99 nama atau sifat Allah yang baik. Ini sesuai dengan firman Allah dalam surah al-A'raf ayat 180, yang berarti doa yang kita panjatkan perlu disesuaikan dengan sifat atau nama yang disandang Shihab dalam Doa Asmaul Husna menjelaskan tentang kandungan makna di balik setiap nama Allah dalam Asmaul seseorang yang mengharapkan rezeki yang banyak dan berkah, hendaknya ia membaca Ar-Razzaq dalam doanya yang berarti Sang Pemberi Rezeki. Dalam nama ini terkandung makna bahwa Allahlah yang berkuasa untuk melapangkan rezeki seseorang atau menyempitkannya. Dialah penentu mutlak rezeki setiap lain, seseorang yang memohon ampunan Allah hendaknya membaca Al-Ghaffar dalam doanya. Nama ini berarti Allah adalah Sang Pemberi Ampunan. Tidak ada satu manusia pun yang lepas dari dosa. Karena itu, kita harus mengharapkan ampunan Allah agar terbebas dari dosa-dosa yang kita menyebutkan sifat atau nama Allah pada saat berdoa yang disesuaikan dengan permohonan kita, itu bisa menjadi salah satu faktor dikabulkannya pengharapan tersebut. Selain itu, penyebutan Asmaul Husna juga akan membuat kita merasa optimistis karena doa itu keluar dari lubuk hati yang ini dapat menjadi panduan bagi siapa saja yang mendambakan doa-doanya terkabul. Dengan memahami sifat atau nama Allah, kita semakin yakin Dia akan mendengarkan apa yang kita minta sekaligus mengabulkannya. asmaulhusna namaasmaulhusna doaasmaulhusna Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini Pecinta Nasi Uduk
- Asmaul Husna An Nuur artinya Yang Maha Bercahaya Menerangi, Memberi Cahaya. Allah SWT memiliki 99 nama yang baik atau dikenal dengan “Asmaul Husna.” Umat Islam sebaiknya mengetahui, paham, dan mengamalkan Asmaul Husna pada kehidupan sehari-hari dalam bentuk perilaku, sifat, maupun wirid. Hal ini dilakukan karena Asmaul Husna memiliki banyak rahasia keutamaan dan manfaat bagi kehidupan manusia di dunia dan akhirat. Dilansir dari laman NU Online, Asmaul Husna memiliki banyak keistimewaan seperti satunya sebagai doa. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Allah SWT melalui firman-Nya dalam Surah Al A’raf ayat 180 berikut وَلِلّٰهِ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْٓ اَسْمَاۤىِٕهٖۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۖ - ١٨٠ Arab Latin Wa lillāhil-asmā`ul-ḥusnā fad'ụhu bihā wa żarullażīna yul-ḥidụna fī asmā`ih, sayujzauna mā kānụ ya'malụnArtinya “Dan Allah memiliki Asma'ul-husna nama-nama yang terbaik, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma'ul-husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”QS. Al A'raf [7] 180 Arti Asmaul Husna An Nuur An Nuur merupakan satu dari 99 Asmaul Husna yang dimiliki oleh Allah SWT. Asmaul Husna An Nuur artinya ialah Yang Maha Bercahaya Menerangi, Memberi Cahaya. Akar kata An Nuur dalam bahasa Arab Klasik memiliki beberapa arti lain seperti menyinari untuk memperjelas, mengungkapkan, menjadikan mekar, menjadi mekar terungkap menyala, menyala-nyala dan jelas bagi indra untuk mencerahkan, memberi arahan, dan memberi nasihat. Asmaul Husna An Nuur secara sederhana memiliki makna bahwa Allah SWT merupakan Dzat yang menyinari dan memperlihatkan cahaya ilahi dari semua dunia. Cahaya Allah SWT menerangi hati dan memberikan penjelasan dan petunjuk. Mereka yang tidak mengikuti Dzat An Nuur maka akan ditinggal dalam kegelapan. Penyebutan terkait pemahaman Asmaul Husna An Nuur ditampilkan beberapa kali di dalam Al Qur’an. Beberapa contoh penyebutan An Nuur seperti dalam Surah At Tagabun ayat 8 dan Surah An Nur ayat 35. Dalil Asmaul Husna An Nuur dalam Al Qur’an 1. Surah At Tagabun Ayat 8فَاٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَالنُّوْرِ الَّذِيْٓ اَنْزَلْنَاۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ - ٨ Arab Latin Fa āminụ billāhi wa rasụlihī wan-nụrillażī anzalnā, wallāhu bimā ta'malụna khabīrArtinya “Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya Al-Qur'an yang telah Kami turunkan. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”QS. At Tagabun [64] 8 2. Surah An Nuur Ayat 35۞ اَللّٰهُ نُوْرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ مَثَلُ نُوْرِهٖ كَمِشْكٰوةٍ فِيْهَا مِصْبَاحٌۗ اَلْمِصْبَاحُ فِيْ زُجَاجَةٍۗ اَلزُّجَاجَةُ كَاَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُّوْقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُّبٰرَكَةٍ زَيْتُوْنَةٍ لَّا شَرْقِيَّةٍ وَّلَا غَرْبِيَّةٍۙ يَّكَادُ زَيْتُهَا يُضِيْۤءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌۗ نُوْرٌ عَلٰى نُوْرٍۗ يَهْدِى اللّٰهُ لِنُوْرِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَيَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَمْثَالَ لِلنَّاسِۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ۙ - ٣٥ Arab Latin Allāhu nụrus-samāwāti wal-arḍ, maṡalu nụrihī kamisykātin fīhā miṣbāḥ, al-miṣbāḥu fī zujājah, az-zujājatu ka`annahā kaukabun durriyyuy yụqadu min syajaratim mubārakatin zaitụnatil lā syarqiyyatiw wa lā garbiyyatiy yakādu zaituhā yuḍī`u walau lam tamsas-hu nār, nụrun 'alā nụr, yahdillāhu linụrihī may yasyā`, wa yaḍribullāhul-amṡāla lin-nās, wallāhu bikulli syai`in 'alīmArtinya “Allah pemberi cahaya kepada langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca dan tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, yaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya berlapis-lapis, Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”QS. An Nur [24] 35 Makna Membaca Asmaul Husna An Nuur Asmaul Husna An Nuur dapat digunakan sebagai wirid dan zikir dalam mengingatkan diri, bahwa hanya Allah SWT yang dapat memberikan cahaya kepada hamba-Nya. Di samping itu, Asmaul Husna An Nuur juga dapat dijadikan sebagai contoh sifat dan sikap dalam menjalani kehidupan di dunia. Pengamalan Asmaul Husna An Nuur dalam diri seorang muslim dapat diwujudkan dengan menerapkan berbagai perilaku seperti hanya memohon dan meminta pertolongan kepada Allah SWT, menjalankan syariat dan menjauhi larangan-Nya, serta membantu kepada juga Arti 99 Asmaul Husna dan Mengapa Perlu Menghapalnya? Asmaul Husna Al Maanii Artinya Yang Maha Mencegah Dalil & Maknanya Arti Asmaul Husna Ad Dhaar Dalil di Al-Qur'an dan Makna Bacaannya - Sosial Budaya Kontributor Syamsul Dwi MaarifPenulis Syamsul Dwi MaarifEditor Dhita Koesno
Rasulullah pernah menyebut secara eksplisit bahwa Allah memiliki 99 nama indah atau lebih dikenal sebagai Asmaul Husna pelafalan yang lebih tepat sejatinya adalah al-asmâ’ al-ḫusnâ. Sabda Nabi tersebut terekam dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim. Asmaul Husna memiliki keistimewaan-keistimewaan, salah satunya sebagai doa. Dalam surat al-A'raf ayat 180 disebutkan, وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا، وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ، سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ Artinya, “Allah memiliki Asmaul Husna maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna nama-nama terbaik itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan” QS. Al-Araf 180. Karena itu tidak heran bila lafal doa yang kita jumpai nyaris selalu menyertakan satu atau lebih nama Allah yang terdapat dalam 99 Asmaul Husna, seperti Yâ Raḫmân, Yâ Karîm, Yâ Razzâq, Yâ Fattâḫ, dan lain sebagainya. Bahkan sebagian ulama secara khusus menyusun doa yang mereka beri nama Duâ al-Asmâ al-Ḫusna Doa Asmaul Husna. Sebagian lagi menyusun nadham atau syair yang berisi seluruh nama-nama agung itu. Baik doa maupun nadham, susunan redaksinya bisa berbeda-beda, mengikuti ijtihad para ulama dalam merangkai untaian pujian dan doa. Wirid Asmaul Husna Asmaul Husna juga menjadi wirid atau amalan rutin para ulama sejak zaman dulu karena keutamaan dan rahasia di dalamnya. Asmaul Husna diyakini sebagai media tawasul paling manjur dalam membuka berbagai pintu kebahagiaan secara lahir maupun batin. Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki al-Hasani dalam kitab Abwabul Faraj 1971 132 menyebut, sebagian ulama salaf tiap bakda shalat Maghrib memiliki rutinitas bersama teman-temannya membaca surat Yasin, dilanjut melantunkan Asmaul Husna, doa Asmaul Husna, lalu memohon sesuatu kepada Allah. Ulama besar tasawuf Al-Azhar kelahiran Sudan, Syekh Shalih al-Ja'fari bercerita bahwa melantunkan Asmaul Husna merupakan salah satu wirid tarekat guru beliau. Alam raya dan seisinya diyakini sebagai manifestasi nama-nama Allah. Sehingga, siapa saja yang memanjatkan doa dengan Asmaul Husna, ia tak ubahnya sedang menarik seluruh kebaikan datang kepadanya, dan membentengi dirinya dari berbagai ancaman keburukan. Ketika seseorang, misalnya, melantunkan Yâ Raḫmân wahai Yang Maha Penyayang maka sesungguhnya ia sedang memohon limpahan kasih sayang atau rahmat dari Allah; saat membaca Yâ Lathîf wahai Yang Mahalembut maka sejatinya ia sedang memohon kelembutan; kala membaca Yâ Ghafûr wahai Yang Maha Pengampun maka sama halnya ia tengah meminta ampunan; ketika melantunkan Yâ Razzâq wahai Yang Maha Pemberi rezeki maka tak ubahnya ia sedang menarik rezeki datang menghampirinya, dan begitu seterusnya Sayyid Muhammad al-Maliki, Abwabul Faraj, 1971 132. Dengan demikian, bagi Syekh Shalih al-Ja'fari, Asmaul Husna lebih dari sekadar deretan nama-nama agung yang “hanya” bisa menjadi media atau tawasul untuk doa-doa. Asmaul Husna di mata beliau sudah mengandung doa itu sendiri, bahkan lebih luas. Seseorang secara tidak langsung sedang berusaha menyerap limpahan kebaikan dan menyingkirkan keburukan-keburukan saat melantunkan Asmaul Husna, sesuai dengan masing-masing makna dari nama-nama yang disebut. Tabel 99 Asmaul Husna No Asmaul Husna Latin Asmaul Husna Arab Artinya 1 Ar-Rahmânu الرَّحْمـٰنُ Yang Maha Pengasih 2 Ar-Raḫîmu الرَّحِيْمُ Yang Maha Penyayang 3 Al-Maliku الْمَلِكُ Yang Maha Merajai/Memerintah 4 Al-Quddûsu الْقُدُّوْسُ Yang Mahasuci 5 As-Salâmu السَّلاَمُ Yang Maha Memberi Kesejahteraan 6 Al-Mu’minu الْمُؤْمِنُ Yang Maha Memberi Keamanan 7 Al-Muhaiminu الْمُهَيْمِنُ Yang Maha Pemelihara 8 Al-`Azizu الْعَزِيْزُ Yang Memiliki Mutlak Kegagahan 9 Al-Jabbâru الْجَبَّارُ Yang Maha Perkasa 10 Al-Mutakabbiru الْمُتَكَبِّرُ Yang Maha Megah 11 Al-Khâliqu الْخَالِقُ Yang Maha Pencipta 12 Al-Bâri’u الْبَارِئُ Yang Maha Melepaskan 13 Al-Mushawwiru الْمُصَوِّرُ Yang Maha Membentuk Rupa makhluknya 14 Al-Ghaffaru الْغَفَّارُ Yang Maha Pengampun 15 Al-Qahhâru الْقَهَّارُ Yang Maha Memaksa 16 Al-Wahhâbu الْوَهَّابُ Yang Maha Pemberi Karunia 17 Ar-Razzâqu الرَّزَّاقُ Yang Maha Pemberi Rezeki 18 Al-Fattâhu الْفَتَّاحُ Yang Maha Pembuka Rahmat 19 Al-`Alîmu الْعَلِيْمُ Yang Maha Mengetahui Memiliki Ilmu 20 Al-Qâbidlu الْقَابِضُ Yang Maha Menyempitkan makhluknya 21 Al-Bâsithu الْبَاسِطُ Yang Maha Melapangkan makhluknya 22 Al-Khâfidlu الْخَافِضُ Yang Maha Merendahkan makhluknya 23 Ar-Râfi`u الرَّافِعُ Yang Maha Meninggikan makhluknya 24 Al-Mu`izzu الْمُعِزُّ Yang Maha Memuliakan makhluknya 25 Al-Mudzillu الْمُذِلُّ Yang Maha Menghinakan makhluknya 26 As-Samî`u السَّمِيْعُ Yang Maha Mendengar 27 Al-Bashîru الْبَصِيْرُ Yang Maha Melihat 28 Al-Ḫakamu الْحَكَمُ Yang Maha Menetapkan 29 Al-`Adlu الْعَدْلُ Yang Mahaadil 30 Al-Lathîfu اللَّطِيْفُ Yang Mahalembut 31 Al-Khabîru الْخَبِيْرُ Yang Maha Mengetahui Rahasia 32 Al-Ḫalîmu الْحَلِيْمُ Yang Maha Penyantun 33 Al-`Adhîmu الْعَظِيْمُ Yang Mahaagung 34 Al-Ghafûru الْغَفُوْرُ Yang Maha Pengampun 35 Asy-Syakûru الشَّكُوْرُ Yang Maha Pembalas Budi Menghargai 36 Al-`Aliyyu العَلِيُّ Yang Maha Tinggi 37 Al-Kabîru الْكَبِيْرُ Yang Maha Besar 38 Al-Ḫafîdhu الْحَفِيْظُ Yang Maha Menjaga 39 Al-Muqîtu الْمُقِيْتُ Yang Maha Pemberi Kecukupan 40 Al-Ḫasîbu الْحَسِيْبُ Yang Maha Membuat Perhitungan 41 Al-Jalîlu الْجَلِيْلُ Yang Mahamulia 42 Al-Karîmu الْكَرِيْمُ Yang Maha Pemurah 43 Ar-Raqîbu الرَّقِيْبُ Yang Maha Mengawasi 44 Al-Mujîbu الْمُجِيْبُ Yang Maha Mengabulkan 45 Al-Wâsi`u الْوَاسِعُ Yang Maha Luas 46 Al-Ḫakîmu الْحَكِيْمُ Yang Maha Maka Bijaksana 47 Al-Wadûdu الْوَدُوْدُ Yang Maha Pencinta 48 Al-Majîdu الْمَجِيْدُ Yang Maha Mulia 49 Al-Bâ`itsu الْبَاعِثُ Yang Maha Membangkitkan 50 Asy-Syahîdu الشَّهِيْدُ Yang Maha Menyaksikan 51 Al-Ḫaqqu الْحَقُّ Yang Mahabenar 52 Al-Wakîlu الْوَكِيْلُ Yang Maha Memelihara 53 Al-Qawiyyu الْقَوِيُّ Yang Mahakuat 54 Al-Matînu الْمَتِيْنُ Yang Mahakokoh 55 Al-Waliyyu الْوَلِيُّ Yang Maha Melindungi 56 Al-Ḫamîdu الْحَمِيْدُ Yang Maha Terpuji 57 Al-Muḫshî الْمُحْصِيْ Yang Maha Mengalkulasi 58 Al-Mubdi’u الْمُبْدِئُ Yang Maha Memulai 59 Al-Mu`idu الْمُعِيْدُ Yang Maha Mengembalikan Kehidupan 60 Al-Muḫyi الْمُحْيِ Yang Maha Menghidupkan 61 Al-Mumîtu الْمُمِيْتُ Yang Maha Mematikan 62 Al-Ḫayyu الْحَيُّ Yang Mahahidup 63 Al-Qayyûmu الْقَيُّوْمُ Yang Mahamandiri 64 Al-Wâjidu الْوَاجِدُ Yang Maha Penemu 65 Al-Mâjidu الْمَاجِدُ Yang Mahamulia 66 Al-Wâḫidu الْوَاحِدُ Yang Maha Tunggal 67 Al-Aḫadu الْأَحَدُ Yang Maha Esa 68 Ash-Shamadu الصَّمَدُ Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta 69 Al-Qâdiru الْقَادِرُ Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan 70 Al-Muqtadiru الْمُقْتَدِرُ Yang Maha Berkuasa 71 Al-Muqaddimu الْمُقَدِّمُ Yang Maha Mendahulukan 72 Al-Muakhiru الْمُؤَخِّرُ Yang Maha Mengakhirkan 73 Al-Awwalu الْاَوَّلُ Yang Mahaawal 74 Al-Âkhiru الْآخِرُ Yang Mahaakhir 75 Adh-Dhâhiru الظَّاهِرُ Yang Mahanyata 76 Al-Bâthinu الْبَاطِنُ Yang Maha Ghaib 77 Al-Wâlî الْوَالِي Yang Maha Memerintah 78 Al-Muta`âli الْمُتَعَالِي Yang Maha Tinggi 79 Al-Barru الْبَرُّ Yang Maha Penderma 80 At-Tawwabu التَّوَّابُ Yang Maha Penerima Tobat 81 Al-Muntaqimu الْمُنْتَقِمُ Yang Maha Penuntut Balas 82 Al-`Afuwwu الْعَفُوُّ Yang Maha Pemaaf 83 Ar-Ra’ûfu الرَّؤُوْفُ Yang Maha Pengasih 84 Mâlikul-mulki مَالِكُ الْمُلْكِ Yang Maha Penguasa Kerajaan Semesta 85 Dzul-Jalâli wal-Ikram ذُوْ الْجَلَالِ وَالْاِكْرَامِ Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan 86 Al-Muqsithu الْمُقْسِطُ Yang Mahaadil 87 Al-Jâmi`u الْجَامِعُ Yang Maha Mengumpulkan 88 Al-Ghaniyyu الْغَنِيُّ Yang Maha Berkecukupan 89 Al-Mughnî الْمُغْنِيْ Yang Maha Memberi Kekayaan 90 Al-Mâni`u الْمَانِعُ Yang Maha Mencegah 91 Adl-Dlâru الضَّارُ Yang Maha Memberi Derita 92 An-Nâfi`u النَّافِعُ Yang Maha Memberi Manfaat 93 An-Nûru النُّوْرُ Yang Maha Bercahaya Menerangi, Memberi Cahaya 94 Al-Hâdî الْهَادِيْ Yang Maha Pemberi Petunjuk 95 Al-Badî`u الْبَدِيْعُ Yang Maha Pencipta 96 Al-Bâqî الْبَاقِيْ Yang Mahakekal 97 Al-Wâritsu الْوَارِثُ Yang Maha Pewaris 98 Ar-Rasyîdu الرَّشِيْدُ Yang Mahapandai 99 Ash-Shabûru الصَّبُوْرُ Yang Mahasabar Demikian daftar 99 nama indah Allah atau Asmaul Husna. Jumlah Asmaul Husna Sebenarnya terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama terkait jumlah nama-nama Allah. Sebagian mengatakan bahwa nama Allah pada dasarnya tidak terbatas pada angka tertentu. Ada pula yang berpendapat, bahwa jumlah nama itu terbatas di angka tertentu 100, 1000, 99, dan lainnya meskipun sebagian nama-nama-Nya tidak diketahui manusia secara keseluruhan. Pendapat bahwa Asmaul Husna berjumlah 99 adalah paling populer dengan berpatokan pada hadits di atas. Wallahu a'lam. Mahbib Khoiron, Redaktur Keislaman NU Online
apa makna penyebutan asmaul husna di dalam doa